Kisah Kembalinya
Raja Habsyah
Konspirasi Elit & Logika Warisan
Para elit Habsyah berhitung matematis: Sang Raja hanya punya satu anak (An-Najashi), sedangkan saudaranya punya 12 anak.
Eksekusi & Kudeta Berdarah
Mereka menyergap Ayah An-Najashi dan membunuhnya. Saudaranya diangkat menjadi Raja baru.
An-Najashi kecil tumbuh di bawah asuhan pamannya (Sang Raja Baru).
Dominasi Intelektual
Najashi tumbuh cerdas, tegas, dan bijaksana. Ia mendominasi urusan pamannya karena kecermelangannya.
Posisi Najashi menjadi Sangat Penting di mata sang Paman, melampaui anak-anak kandungnya sendiri.
Paranoia Para Pembunuh
Jika Najashi berkuasa, ia pasti membalas dendam atas kematian ayahnya.
"Kita semua akan habis!"
Tuntutan: Mati atau Pergi?
Mereka mendesak Sang Paman: "Bunuh dia atau usir dia!"
Sang Paman menolak membunuh ("Kemarin kalian bunuh ayahnya, sekarang anaknya?!"). Ia memilih Akhuffu Al-Dhararain -ارْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْنِ وَهُوَ النَّفْيُ- (risiko terkecil): PENGASINGAN.
Harga 600 Dirham
Najashi dibawa keluar dan dijual kepada pedagang asing seharga 600 Dirham.
Ia dimasukkan ke dalam perahu, siap dibawa pergi meninggalkan tanah kelahirannya.
Hukum Alam Semesta
Sore itu juga, awan musim gugur berkecamuk. Sang Paman keluar untuk memohon hujan (Istisqa).
DHUAAAR! Petir menyambar Sang Paman hingga tewas seketika.
Kekacauan Total (Chaos)
Rakyat mencari 12 anak Sang Paman untuk menggantikan raja. Ternyata?