Kembalinya Raja Habsyah
Amr bin Al-Aas (saat itu masih musyrik) datang membawa hadiah mewah untuk menyuap Raja Najashi. Tujuannya: Agar kaum Muslimin diusir dari Habsyah dan dianggap bodoh.
Raja Najashi meneliti dan menyadari kebenarannya:
❌ Utusan Quraish adalah pendusta.
✅ Kebenaran ada bersama Sahabat Muhammad ﷺ.
Najashi memerintahkan bawahannya: "Kembalikan hadiah itu kepada Amr bin Al-Aas!" Ia menegaskan tidak butuh harta tersebut demi menggadaikan keadilan.
"Demi Allah, Allah tidak mengambil suap dariku ketika Dia mengembalikan kerajaanku kepadaku..."
"...Dan manusia tidak mentaatiku (dulu), maka akupun tidak akan mentaati manusia dalam hal ini (mengkhianati kebenaran)."
Konspirasi Takhta Habsyah
'Urwah bertanya kepada Az-Zuhri: "Tahukah engkau wahai Zuhri, apa maksud perkataan ini?"
Az-Zuhri menjawab: "Tidak."
Maka 'Urwah menceritakan riwayat dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Ayah Najashi adalah Raja kaumnya.
Raja Habsyah (Ayah Najashi) hanya memiliki satu orang anak, yaitu An-Najashi.
Penduduk Habsyah cemas akan stabilitas negara:
- ❌ "Jika Raja wafat, pewaris tunggal ini (Najashi) bisa saja mati muda."
- ✅ "Lebih aman jika takhta dipegang Paman yang punya 12 putra untuk menjamin kelangsungan kerajaan."
Demi memindahkan kekuasaan, mereka melakukan tindakan keji:
"Mereka berkonspirasi untuk membunuh ayah An-Najashi."