KEAMANAN DONOR
Evolusi Fokus Global
Dulu, fokus utama hanya pada keamanan darah bagi resipien (mencegah infeksi & reaksi imun). Kini, paradigma bergeser.
KESEHATAN, KEPUASAN & RETENSI PENDONOR.
Musuh Dalam Selimut: SVT
Superficial Thrombophlebitis (SVT) adalah komplikasi unik yang bersifat "TERTUNDA".
Gejala puncak seringkali tidak muncul saat donasi, melainkan berkembang hari demi hari setelah donor pulang. Ini adalah ancaman nyata bagi motivasi donor untuk kembali.
Peta Waktu Pemulihan
Normal
Pulih spontan melalui hemostasis & perbaikan jaringan alami.
Persisten
Nyeri, indurasi, eritema, atau bengkak yang bertahan lebih dari sepekan.
Bukan Sekadar Reaksi Transien
Jika gejala bertahan > 7 hari, ini menandakan:
- Patofisiologi kompleks
- Kegagalan resolusi inflamasi
- Potensi evolusi ke DVT (Deep Vein Thrombosis)
Solusi: Manajemen Terstruktur
Pengelolaan kasus persisten memerlukan pendekatan yang jauh lebih komprehensif & berbasis bukti dibandingkan sekadar pertolongan pertama pada reaksi akut.
#2
TAKSONOMI ISBT
Cedera Pembuluh Darah
Berdasarkan Standard for Surveillance, Tromboflebitis diklasifikasikan dalam kategori besar "Blood Vessel Injury".
Definisi disempurnakan (2008 → 2014) untuk meningkatkan spesifisitas diagnosis.
TANDA KLINIS & DIAGNOSIS
Inflamasi pada vena superfisial disertai pembentukan trombus (bekuan darah).
TROMBOFLEBITIS
- Proses Inflamasi Trombotik
- Umumnya Steril (Non-Infeksi)
- Teraba pengerasan vena
SELULITIS
- Kategori Infeksi Lokal
- Proses Bakterial
- Membutuhkan Antibiotik
EVOLUSI KASUS PERSISTEN (> 7 HARI)
Pentingnya akurasi diagnosis pada kunjungan ulang (follow-up) untuk data hemovigilance.
Gejala Awal
Hematoma atau Nyeri Lengan Non-spesifik
Diagnosis Bergeser
Dari cedera jaringan lunak ke Tromboflebitis Terorganisasi
#3
ANALISIS GRADING
KOMPLIKASI DONOR
Panduan Teknis Membedakan Kasus Singkat vs Persisten (>1 Pekan)
MILD / RINGAN
Risiko Inheren Minor • Pulih Mandiri
- Gejala bersifat lokal di area tusukan.
- TIDAK ADA batasan aktivitas sehari-hari.
- Teratasi tanpa obat (cukup kompres & istirahat).
ANALISIS KASUS > 1 PEKAN
Hanya masuk Grade 1 JIKA & HANYA JIKA:
1. Gejala sangat minimal (nyeri tekan sedikit).
2. Tangan berfungsi normal (ADL aman).
3. Donor TIDAK mencari/butuh pengobatan medis.
Waspada: Persistensi biasanya tanda patologi bukan lagi "ringan".
MODERATE / SEDANG
Kategori Paling Krusial • Fokus Petugas UDD
- Membatasi Aktivitas (sulit angkat barang/mengetik).
- PERLU INTERVENSI MEDIS (Antibiotik / Anti-inflamasi).
- Durasi > 2 Minggu s.d. 6 Bulan.
ANALISIS KASUS > 1 PEKAN
Jika donor kembali setelah 7 hari dengan keluhan nyeri + Dokter UTD memberi terapi (Heparinoid/NSAID), maka OTOMATIS GRADE 2.
SEVERE / BERAT
Serious Donor Complication (SDC)
- Perlu Rawat Inap / Bedah.
- Cacat/Disabilitas Jangka Panjang (> 6 Bulan).
- Contoh: DVT, Emboli Paru, Infeksi Berat (Suppurative).
IMPLIKASI KERJA UDD
Pemahaman grading ini mengubah cara kita bertindak:
KEWASPADAAN DURASI
Setiap kasus > 1 MINGGU harus dianggap secara potensial sebagai Grade 2.
KEWAJIBAN INVESTIGASI
WAJIB RCA (Root Cause Analysis)
Cari akar masalah mengapa keluhan menetap & cara pencegahannya.
#4
PATOFISIOLOGI
TROMBOSIS VENA SUPERFISIAL PASCA FLEBOTOMI
PERTANYAAN MENDASAR
Mengapa luka tusuk yang seharusnya sembuh dalam 3 hari, bisa meradang berminggu-minggu?
JAWABANNYA:
DINAMIKA
TRIAS VIRCHOW
Interaksi antara dinding pembuluh darah, aliran darah, dan komponen darah itu sendiri.
3.1 MEKANISME TRAUMA & INFLAMASI
KERUSAKAN ENDOTEL
Penusukan merobek lapisan intimal. Jika terjadi manipulasi (probing/fishing), kerusakan meluas.
Kolagen terpapar Agregasi Trombosit Aktivasi Koagulasi.
Keberadaan trombus memicu pelepasan mediator: Histamin, Bradikinin, Prostaglandin.
Tubuh gagal membersihkan debris trombus dengan cepat → Inflamasi Kronis.
RUBOR
(Merah)
CALOR
(Panas)
TUMOR
(Bengkak)
DOLOR
(Nyeri)
3.2 FAKTOR PERSISTENSI (> 7 HARI)
Mengapa gejala tidak mereda?
ORGANISASI TROMBUS
Bekuan darah mengeras (fibrotik).
Teraba "Kawat" (Palpable Cord).
Obstruksi aliran persisten.
STASIS ALIRAN
Perilaku Imobilisasi Donor.
Takut gerak karena nyeri.
Kurang pompa otot = Bengkak memburuk.
KIMIAWI
Reaksi Hipersensitif.
Iritasi dinding vena akibat sisa antiseptik atau pelapis jarum (Jarang terjadi).
4.0 EVALUASI & DIAGNOSIS BANDING
Tantangan: "Lengan sakit & bengkak" bisa berarti 3 hal berbeda.
1. SVT
(Tromboflebitis)
Teraba Cord
Steril
TX: Anti-inflamasi
2. SELULITIS
(Infeksi Bakteri)
Demam/Sistemik
Menyebar cepat
TX: Antibiotik
3. CEDERA SARAF
(Nerve Injury)
Kesetrum/Baal
Menjalar ke jari
TX: JANGAN KOMPRES!
Contoh: Memberi kompres hangat pada Cedera Saraf akan memperburuk inflamasi saraf. Memberi antibiotik pada SVT (Steril) tidak berguna.