Analisis FMEA
Sistem Seleksi Donor Darah
Pemetaan Failure Mode and Effects Analysis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memitigasi risiko dalam proses seleksi donor.
Kategori A: Administratif & IT
1. Kegagalan Identifikasi Donor
Salah panggil data atau akun ganda (duplikasi) karena tidak verifikasi detail.
2. Kesalahan Input Data
Typo tanggal lahir atau jenis kelamin ke sistem.
3. Downtime Sistem Mobile Unit
Aplikasi mati saat donor di lokasi terpencil.
Kategori B: Integritas & Kuesioner
4. Ketidakjujuran Perilaku Berisiko
Menyembunyikan riwayat seks berisiko/MSM. Potensi lolosnya HIV/Sifilis window period.
5. Penyembunyian Obat
Konsumsi obat teratogenik/pengencer darah tidak lapor.
6. Kelalaian Riwayat Perjalanan
Gagal lapor perjalanan ke daerah endemis Malaria.
7. Motif Donor Tidak Murni (Test-Seeking)
RPN: 288Individu mendonor hanya demi cek lab gratis (HIV/Hepatitis), bukan kemanusiaan.
Infografis FMEA
Pemetaan Risiko & Dampak Operasional
Kategori C: Pemeriksaan Fisik & Tanda Vital
Hasil Pengukuran Tekanan Darah Tidak Akurat
Pembacaan tensi yang salah (terlalu rendah/tinggi) atau alat tidak terkalibrasi.
- Tensimeter aneroid rusak (jarum tidak nol).
- Manset bocor atau teknik salah.
- Donor baru saja merokok/berlari.
Meloloskan donor hipertensi (risiko stroke) atau menolak donor sehat (kerugian stok).
Kesalahan Penimbangan Berat Badan
Estimasi visual atau alat timbang under/over-estimate.
- Timbangan pegas usang.
- Manipulasi donor (jaket/sepatu berat).
- Petugas tidak memverifikasi.
Donor <45kg diambil 350cc menyebabkan kehilangan volume darah >13% (Syok hipovolemik).
Kegagalan Deteksi Aritmia Jantung
Hanya menghitung frekuensi nadi tanpa meraba ritme.
- Tensimeter digital murah (tanpa deteksi IHB).
- Kompetensi petugas kurang.
Risiko kolaps kardiovaskular pada donor dengan gangguan irama saat volume darah berkurang.
Kategori D: Kegagalan Pemeriksaan Hemoglobin
Kesalahan Pembacaan Kadar Hb
Hasil pengukuran Hb palsu (Normal Palsu atau Rendah Palsu).
- Larutan CuSO4 terkontaminasi/ED.
- Strip Hb digital lembab.
- Teknik sampling (pijatan keras) hemodilusi.
Normal Palsu: Donor anemia diambil darah.
Rendah Palsu: Memperparah stok darah.
Kontaminasi Silang Saat Sampling
Penggunaan lancet/kapas alkohol tidak steril antar donor.
- Kelalaian prosedur aseptik.
- Tempat sampah medis penuh.
- Tidak ganti sarung tangan.
Penularan Hepatitis B/C antar donor di meja seleksi.
ANALISIS PEMETAAN FMEA
Sistem Seleksi Donor Darah
KATEGORI E: KEGAGALAN PENILAIAN MEDIS & LINGKUNGAN
Pelanggaran Privasi Saat Wawancara
Kesalahan Penentuan Masa Penolakan
Kegagalan Deteksi Kondisi Kulit
Reaksi Vasovagal Tak Terantisipasi
Donor pingsan saat atau segera setelah seleksi/pengambilan darah.
Kesalahan Pelabelan Formulir
PETA ANALISIS FMEA
SISTEM SELEKSI DONOR DARAH
Rekomendasi Strategi Mitigasi Berlapis (Layered Defense Strategy) mencakup aspek Teknologi, Prosedur, dan Edukasi untuk keamanan darah maksimal.
Strategi Area Kejujuran Donor
MITIGASI RPN TINGGI: 450, 288, 280Kuesioner Elektronik Mandiri
"Bagaimana membuat donor jujur di tekanan sosial?"
- Ganti wawancara lisan dengan Tablet di Bilik Tertutup.
- Fitur Logic Gate: Jawaban "Ya" risiko tinggi = Auto Deferral dengan bahasa halus.
- Target: 5-10 Tablet untuk Mobile Unit.
Confidential Unit Exclusion (CUE)
"Pintu keluar darurat bagi donor terpaksa"
- Donor menempel barcode rahasia sendiri di kantong darah.
- Barcode A: Darah Aman.
- Barcode B: Jangan Gunakan.
- Privat tanpa sepengetahuan petugas.
Kampanye Edukasi Agresif
Ubah narasi "Ayo Donor" jadi "Donorlah Jika Sehat & Jujur"
- Tekankan dampak fatal: Penularan HIV ke anak thalasemia.
- Sentuh sisi emosional & tanggung jawab moral.
Strategi Area Teknis Pemeriksaan
MITIGASI RPN MENENGAH: 280, 210Validasi & Kalibrasi
Standardisasi alat Hb dan Tensi
- Daily Check: Kalibrasi Hb meter dengan larutan kontrol sebelum pelayanan.
- Validasi silang tensimeter mingguan.
- Tunjuk staf khusus QC Officer per shift.
Teknologi Non-Invasif
Rencana Jangka Panjang
- Alat cek Hb tanpa tusuk (Spektrofotometri Oklusi).
- Dampak: Hilangkan nyeri, cegah kontaminasi silang, kurangi limbah medis.
Teknik Flebotomi Kapiler
Refreshment Training Berkala
- Stop Milking: Larangan memijat jari berlebihan.
- Mencegah hemodilusi yang menyebabkan hasil Hb rendah palsu.
Strategi Area Sistem & Operasional
MITIGASI RPN RENDAH: 120, 80SIMDONDAR + e-KTP
Automasi Administrasi
- Card Reader terhubung laptop pendaftaran.
- Cegah typo, hapus duplikasi, percepat antrean 40%.
Privasi Mobile Unit
Zona Aman Psikologis
- Partisi portable (sekat lipat) wajib di setiap kegiatan.
- Jarak antrean min. 1,5 meter dari wawancara.
Protokol Sinkop
Penanganan Pingsan
- Sedia kursi Reclining di area seleksi untuk antisipasi presinkop.
- Pelatihan Basic Life Support untuk semua staf (termasuk sopir).