FMEA Analysis Map
Mode 1: Shortfall Donasi
Penyebab Potensial
- Komunikasi buruk antara PMI & CP Instansi.
- Kurangnya promosi internal di instansi.
- Faktor cuaca (hujan/banjir) khas Cirebon.
- Jadwal bentrok dengan kegiatan mendadak.
Mitigasi & Solusi
- Pencegahan: Kontrak Komitmen & Pre-list donor (H-3).
- Sistem: Mobile Booking App untuk estimasi akurat.
- Kontingensi: Telemarketing donor pengganti jika target meleset (H-1).
Mode 2: Lokasi Tidak Layak
Penyebab Potensial
- Tidak ada inspeksi fisik (site visit).
- Asumsi "tempat seadanya cukup".
- Kerusakan AC gedung mendadak.
Mitigasi & Solusi
- Pencegahan: Checklist validasi (suhu, ventilasi, air) H-7.
- Teknis: Wajib bawa Portable Air Cooler/Kipas Industri.
- Kebijakan: Otoritas penuh batal/pindah ke Bus Unit jika kritis.
Mode 3: Stockout Logistik
Penyebab Potensial
- Perencanaan tidak hitung lonjakan donor.
- Kelalaian restocking kotak alat.
- Checklist keberangkatan dilewatkan.
Mitigasi & Solusi
- Pencegahan: Buffer Stock standar +20-30% dari estimasi.
- Prosedur: Sistem "Buddy Check" (silang) saat muat barang.
#2
FMEA Analisis Risiko
Sistem Rekruitmen & Mobilisasi Donor Darah
Konteks: Kegagalan komunikasi di area rekruitmen berdampak sistemik terhadap ketersediaan darah di Cirebon. Analisis ini memetakan risiko, dampak, dan strategi mitigasi presisi.
2.1 Information Asymmetry
Tingginya angka penolakan (deferral) karena kriteria eksklusi (obat, riwayat) tidak tersampaikan sebelum hari H. Hanya fokus pada "Ayo Donor" tanpa "Siapa yang Boleh".
Dampak (Severity)2.2 Psychological Barrier
Sosialisasi hanya fokus altruisme, mengabaikan ketakutan jarum (needle phobia). Tidak ada edukasi teknik koping.
Dampak (Severity)2.4 CRM Failure (Kritis)
Fokus berlebihan pada akuisisi baru, donor lama diabaikan. Tidak ada ucapan terima kasih atau pengingat jadwal kembali. Database manual.
Dampak (Severity)2.6 Health Education Failure
Tidak ada edukasi "Cara Sehat untuk Donor" (zat besi), menyebabkan banyak penolakan karena Hb rendah, terutama wanita muda.
Dampak (Severity)2.3 Timing Strategy
Jadwal bentrok dengan beban kerja tinggi (akhir tahun anggaran) atau ujian sekolah. Gagal mengantisipasi bulan puasa.
Dampak (Severity)2.7 Leadership Failure
Menunjuk CP yang tidak punya otoritas/pengaruh di komunitas, sehingga instruksi mobilisasi massa tidak didengar.
Dampak (Severity)2.5 Digital Failure
Konten pasif, visual tidak menarik, info lokasi tidak update, respon lambat. Tidak relevan dengan demografi digital.
Dampak (Severity)#3
FMEA MAPPING: SISTEM MOBILISASI DONOR DARAH
Analisis Risiko Logistik & Manajemen Luar Gedung | UDD PMI Kota Cirebon
Konteks: Domain mobilisasi adalah arena teknis di mana prinsip CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) diuji. UDD PMI Kota Cirebon memindahkan "pabrik" pengolahan darah ke lapangan terbuka. Risiko bersifat fisik & biologis dengan konsekuensi FATALITAS.
08 Cold Chain Breach
Kegagalan Rantai Dingin
Standar: Suhu 2°C - 10°C.
Penyebab: Cool box gagal menahan panas Cirebon, ice pack tidak beku, tutup tidak rapat.
Dampak: Pertumbuhan Yersinia enterocolitica (meledak saat hangat), hemolisis. Efek: Gagal ginjal, syok septik, kematian.
Mitigasi
- Validasi kualifikasi cool box (tes suhu ekstrem).
- Wajib Temperature Data Logger digital.
- Prosedur karantina jika grafik menyimpang.
09 Sample Mismatch
Kesalahan Pelabelan
Penyebab: Pre-labeling saat ramai, tertukar antar donor bersebelahan.
NEVER EVENT: Inkompatibilitas ABO. Jika A dilabeli B -> pasien B terima darah A -> Reaksi hemolitik fatal.
Mitigasi
- SOP "Satu Donor, Satu Proses".
- Larangan Keras Pre-labeling.
- Bedside check (Verbal & Visual).
10 Bad Environment
Lingkungan Tidak Layak
Kondisi: Panas (>25°C), remang-remang, berdebu, lokasi gudang/lorong.
Dampak: Donor pingsan, kerusakan darah, hematoma (karena gelap), kontaminasi debu.
Mitigasi
- Standar minimal ruangan dalam MoU.
- Petugas berhak Membatalkan kegiatan jika standar safety gagal.
11 Equipment Fail
Kerusakan Alat Kritis
Masalah: Hemoscale guncang (tidak akurat), sealer macet, genset kulkas mati.
Dampak: Volume darah tidak standar (toksik/beku), kebocoran seal, kontaminasi sistem terbuka. Produk harus dibuang.
Mitigasi
- Kalibrasi rutin alat mobile.
- Cek fungsi sebelum keberangkatan.
- Bawa alat cadangan (backup).
12 Supply Stockout
Kekurangan Logistik
Kondisi: Habis kantong darah, formulir, plester karena perencanaan buruk.
Dampak: Kegiatan berhenti, donor kecewa, kehilangan stok potensial, reputasi turun.
Mitigasi
- Perencanaan logistik berbasis data estimasi.
- Bawa stok buffer (cadangan) 20%.
13 Biohazard Waste
Limbah Infeksius
Masalah: Safety box jarum penuh/tumpah, kapas berdarah tercecer, lupa bawa wadah.
Dampak: Needle Stick Injury, Hepatitis/HIV, pencemaran lingkungan instansi mitra.
Mitigasi
- Cek kapasitas safety box sebelum berangkat.
- Bawa wadah limbah cadangan.
- Pembersihan area tuntas pasca kegiatan.