Rabu

FMEA Rekruitmen dan Mobilisasi Donor Darah

#1 Infografis FMEA: Sistem Rekruitmen Donor Darah

FMEA Analysis Map

Sistem Rekruitmen & Mobilisasi Donor Darah
Fokus Analisis: Kegagalan pada fase ini adalah penyebab utama ketidaktersediaan stok darah di PMI Kota Cirebon.

Mode 1: Shortfall Donasi

Deskripsi: Jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan jauh di bawah target (misal: Target 100, Realisasi 20). Menyebabkan inefisiensi & stok kritis.

Penyebab Potensial

  • Komunikasi buruk antara PMI & CP Instansi.
  • Kurangnya promosi internal di instansi.
  • Faktor cuaca (hujan/banjir) khas Cirebon.
  • Jadwal bentrok dengan kegiatan mendadak.

Mitigasi & Solusi

  • Pencegahan: Kontrak Komitmen & Pre-list donor (H-3).
  • Sistem: Mobile Booking App untuk estimasi akurat.
  • Kontingensi: Telemarketing donor pengganti jika target meleset (H-1).
288
Risk Priority Number
KRITIS
8 Severity
6 Occurrence
6 Detection

Mode 2: Lokasi Tidak Layak

Deskripsi: Lokasi (aula tanpa AC/tenda) tidak memenuhi standar PMK 91/2015. Suhu >25°C. Risiko donor pingsan & degradasi darah.

Penyebab Potensial

  • Tidak ada inspeksi fisik (site visit).
  • Asumsi "tempat seadanya cukup".
  • Kerusakan AC gedung mendadak.

Mitigasi & Solusi

  • Pencegahan: Checklist validasi (suhu, ventilasi, air) H-7.
  • Teknis: Wajib bawa Portable Air Cooler/Kipas Industri.
  • Kebijakan: Otoritas penuh batal/pindah ke Bus Unit jika kritis.
105
Risk Priority Number
MODERAT
7 Severity
5 Occurrence
3 Detection

Mode 3: Stockout Logistik

Deskripsi: Kehabisan kantong darah, tabung sampel, atau formulir di tengah kegiatan. Menyebabkan donor dipulangkan & citra buruk.

Penyebab Potensial

  • Perencanaan tidak hitung lonjakan donor.
  • Kelalaian restocking kotak alat.
  • Checklist keberangkatan dilewatkan.

Mitigasi & Solusi

  • Pencegahan: Buffer Stock standar +20-30% dari estimasi.
  • Prosedur: Sistem "Buddy Check" (silang) saat muat barang.
36
Risk Priority Number
RENDAH
6 Severity
3 Occurrence
2 Detection

Unit Donor Darah PMI Kota Cirebon | Divisi Manajemen Risiko Mutu



#2 Analisis FMEA: Rekruitmen Donor Darah

FMEA Analisis Risiko

Sistem Rekruitmen & Mobilisasi Donor Darah

Konteks: Kegagalan komunikasi di area rekruitmen berdampak sistemik terhadap ketersediaan darah di Cirebon. Analisis ini memetakan risiko, dampak, dan strategi mitigasi presisi.

Critical Priority (RPN > 300)
High Priority
Medium Priority
S: Severity
O: Occurrence
D: Detection
RPN: Risk Priority Number
Miskomunikasi Kriteria Seleksi Medis
2.1 Information Asymmetry

Tingginya angka penolakan (deferral) karena kriteria eksklusi (obat, riwayat) tidak tersampaikan sebelum hari H. Hanya fokus pada "Ayo Donor" tanpa "Siapa yang Boleh".

Inefisiensi biaya reagen, waktu terbuang, dampak psikologis (malu/kecewa), stigma negatif, target kantong tidak tercapai.
6 Severity
8 Occurrence
6 Detection
288 RPN Score
Kegagalan Manajemen Kecemasan
2.2 Psychological Barrier

Sosialisasi hanya fokus altruisme, mengabaikan ketakutan jarum (needle phobia). Tidak ada edukasi teknik koping.

Efek domino psikologis: satu pingsan memicu kepanikan massal. Trauma kolektif, penghentian kegiatan, risiko cedera fisik.
7 Severity
6 Occurrence
7 Detection
294 RPN Score
Kegagalan Retensi Donor
2.4 CRM Failure (Kritis)

Fokus berlebihan pada akuisisi baru, donor lama diabaikan. Tidak ada ucapan terima kasih atau pengingat jadwal kembali. Database manual.

Kehilangan donor loyal (darah paling aman), biaya rekrutmen bengkak, *churn rate* tinggi (donor cuma sekali seumur hidup).
6 Severity
9 Occurrence
8 Detection
432 Highest Risk
Edukasi Gizi Minim
2.6 Health Education Failure

Tidak ada edukasi "Cara Sehat untuk Donor" (zat besi), menyebabkan banyak penolakan karena Hb rendah, terutama wanita muda.

Deferral permanen, kehilangan 30-40% potensi kantong darah dari institusi pendidikan.
5 Severity
8 Occurrence
6 Detection
240 RPN Score
Ketidaktepatan Waktu
2.3 Timing Strategy

Jadwal bentrok dengan beban kerja tinggi (akhir tahun anggaran) atau ujian sekolah. Gagal mengantisipasi bulan puasa.

Low turnout. Kerugian biaya operasional mobil unit (BBM, SDM) tanpa hasil. Stok kritis.
5 Severity
5 Occurrence
2 Detection
50 RPN Score
Kesalahan Identifikasi Koordinator
2.7 Leadership Failure

Menunjuk CP yang tidak punya otoritas/pengaruh di komunitas, sehingga instruksi mobilisasi massa tidak didengar.

Kegiatan sepi pendonor.
5 Severity
4 Occurrence
3 Detection
60 RPN Score
Konten Sosmed Tidak Efektif
2.5 Digital Failure

Konten pasif, visual tidak menarik, info lokasi tidak update, respon lambat. Tidak relevan dengan demografi digital.

Kehilangan potensi donor Gen Z/Milenial. Hoaks kebutuhan darah tidak tertangani.
4 Severity
5 Occurrence
2 Detection
40 RPN Score

© 2023 Analisis FMEA UDD PMI Cirebon - Recruitment Division



#3 FMEA Analysis - UDD PMI Kota Cirebon
Laporan Analisis Risiko Teknis

FMEA MAPPING: SISTEM MOBILISASI DONOR DARAH

Analisis Risiko Logistik & Manajemen Luar Gedung | UDD PMI Kota Cirebon

Konteks: Domain mobilisasi adalah arena teknis di mana prinsip CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) diuji. UDD PMI Kota Cirebon memindahkan "pabrik" pengolahan darah ke lapangan terbuka. Risiko bersifat fisik & biologis dengan konsekuensi FATALITAS.

08 Cold Chain Breach

Kegagalan Rantai Dingin

Standar: Suhu 2°C - 10°C.

Penyebab: Cool box gagal menahan panas Cirebon, ice pack tidak beku, tutup tidak rapat.

Dampak: Pertumbuhan Yersinia enterocolitica (meledak saat hangat), hemolisis. Efek: Gagal ginjal, syok septik, kematian.

SEV
10
OCC
3
DET
5
RISK PRIORITY NUMBER 150

Mitigasi

  • Validasi kualifikasi cool box (tes suhu ekstrem).
  • Wajib Temperature Data Logger digital.
  • Prosedur karantina jika grafik menyimpang.

09 Sample Mismatch

Kesalahan Pelabelan

Penyebab: Pre-labeling saat ramai, tertukar antar donor bersebelahan.

NEVER EVENT: Inkompatibilitas ABO. Jika A dilabeli B -> pasien B terima darah A -> Reaksi hemolitik fatal.

SEV
10
OCC
2
DET
8
RISK PRIORITY NUMBER 160

Mitigasi

  • SOP "Satu Donor, Satu Proses".
  • Larangan Keras Pre-labeling.
  • Bedside check (Verbal & Visual).

10 Bad Environment

Lingkungan Tidak Layak

Kondisi: Panas (>25°C), remang-remang, berdebu, lokasi gudang/lorong.

Dampak: Donor pingsan, kerusakan darah, hematoma (karena gelap), kontaminasi debu.

SEV
7
OCC
6
DET
2
RISK PRIORITY NUMBER 84

Mitigasi

  • Standar minimal ruangan dalam MoU.
  • Petugas berhak Membatalkan kegiatan jika standar safety gagal.

11 Equipment Fail

Kerusakan Alat Kritis

Masalah: Hemoscale guncang (tidak akurat), sealer macet, genset kulkas mati.

Dampak: Volume darah tidak standar (toksik/beku), kebocoran seal, kontaminasi sistem terbuka. Produk harus dibuang.

SEV
7
OCC
5
DET
4
RISK PRIORITY NUMBER 140

Mitigasi

  • Kalibrasi rutin alat mobile.
  • Cek fungsi sebelum keberangkatan.
  • Bawa alat cadangan (backup).

12 Supply Stockout

Kekurangan Logistik

Kondisi: Habis kantong darah, formulir, plester karena perencanaan buruk.

Dampak: Kegiatan berhenti, donor kecewa, kehilangan stok potensial, reputasi turun.

SEV
5
OCC
4
DET
1
RISK PRIORITY NUMBER 20

Mitigasi

  • Perencanaan logistik berbasis data estimasi.
  • Bawa stok buffer (cadangan) 20%.

13 Biohazard Waste

Limbah Infeksius

Masalah: Safety box jarum penuh/tumpah, kapas berdarah tercecer, lupa bawa wadah.

Dampak: Needle Stick Injury, Hepatitis/HIV, pencemaran lingkungan instansi mitra.

SEV
9
OCC
3
DET
2
RISK PRIORITY NUMBER 54

Mitigasi

  • Cek kapasitas safety box sebelum berangkat.
  • Bawa wadah limbah cadangan.
  • Pembersihan area tuntas pasca kegiatan.

S = Severity (Keparahan) | O = Occurrence (Kekerapan) | D = Detection (Deteksi)

Created for UDD PMI Kota Cirebon | CPOB Mobilization Analysis



Infaq Imam Ahmad Rahimahullah

Widget Komik Sedekah ...