Kamis

#bacajurnal Kesehatan Donor Aferesis (Riset Belgia)

Infografis: Balancing Donor Health and Plasma Collection

Balancing Donor Health and Plasma Collection

A Systematic Review of the Impact of Plasmapheresis Frequency

Tine D’aes - Belgia

https://doi.org/10.1016/j.tmrv.2024.150851 © 2024 The Authors. Published by Elsevier Inc. This is an open access article under the CC BY license.

Hasil Pencarian

Untuk tinjauan awal (scoping review), ditemukan sebanyak 17.810 catatan (15.646 dari database dan 2.164 dari daftar registrasi). Setelah catatan yang kembar dihapus, tersisa 7.209 catatan yang disaring, dan akhirnya menghasilkan 97 makalah dan pendaftaran yang dimasukkan. Ada tambahan 5 catatan lagi yang ditemukan lewat daftar pustaka dari ulasan naratif lain. Di antara 102 catatan yang masuk di tinjauan awal tersebut (terdiri dari 94 artikel penelitian, 1 protokol studi, dan 7 pendaftaran), terdapat 5 artikel dan 1 studi yang masih berjalan yang memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam ulasan sistematis saat ini. Pencarian data terbaru menemukan 2.124 hasil lagi (1.344 dari database dan 780 dari daftar registrasi). Setelah catatan ganda dihapus, ada 1.351 catatan yang disaring, sehingga berhasil menambahkan 1 studi lagi. Studi-studi yang sudah diterbitkan dan memenuhi syarat di atas, ditahan untuk proses pengambilan data. Ada satu studi eksperimen yang masih berjalan yang diberi label "menunggu klasifikasi". Gambar 1 menunjukkan diagram alur yang rinci tentang jumlah catatan pada setiap langkah pemilihan studi, baik untuk tinjauan awal (a) maupun ulasan yang terbaru ini (b).

17.810 Ditemukan 7.209 Disaring 102 Masuk 6 Layak

Karakteristik Studi yang Dimasukkan

Dari 6 studi yang dimasukkan yang meneliti kejadian efek samping (sebagai hasil utama), atau kesehatan jantung maupun kadar protein (sebagai hasil tambahan) pada pendonor plasma yang sehat, 2 studi dilakukan di negara Kroasia, 2 studi di Amerika Serikat, 1 studi di Kanada, dan 1 studi di Belgia. Empat di antaranya adalah studi pengamatan (observasional), dan 2 lainnya adalah studi eksperimen (termasuk 1 studi acak terkendali atau RCT). Selain itu, ada 1 pendaftaran studi RCT yang akan dilakukan di negara Norwegia.

Jika dilihat dari waktunya, 1 studi dilakukan di awal tahun 1970-an, 2 studi di awal 1980-an, 1 studi di awal 1990-an, 1 studi di awal 2010-an, dan hanya 1 studi yang dilakukan pada tahun 2020-an. Untuk melihat gambaran umum karakteristik studi ini, bisa dilihat di Tabel 1. Orang-orang yang menjadi pendonor (populasi) dalam studi-studi ini bervariasi. Ada pendonor plasma yang sedang aktif (kecuali 1 orang pendonor pertama kali di studi Mortier dkk.), pendonor baru atau pendonor yang sudah istirahat minimal 6 bulan, kelompok narapidana (yang mendonor kurang dari 1 tahun, 1-2 tahun, atau lebih dari 2 tahun), campuran antara pendonor pertama kali dan pendonor rutin, hingga kelompok mahasiswa yang riwayat donasinya tidak jelas.

Empat dari 6 studi ini khusus hanya melibatkan pendonor laki-laki, 1 studi berisi 61% laki-laki, dan studi keenam populasinya terdiri dari 77% sampai 81% laki-laki. Jadwal atau frekuensi donasi yang dibandingkan dalam makalah-makalah ini daftarnya ada di bawah. Sementara itu, pendaftaran studi RCT di Norwegia rencananya akan menilai efek dari donasi plasma sebanyak 3 kali setiap 2 minggu dibandingkan dengan donasi setiap 2 minggu sekali (dan juga dibandingkan dengan donasi darah lengkap setiap 3 bulan sekali). Studi tersebut akan berjalan selama 16 minggu pada pendonor laki-laki, untuk mengamati kadar protein total, IgG, protein plasma lainnya, serta tanda-tanda peradangan.

1970 1980 1990 2010 2020 DOMINASI ♂ EKSPERIMEN OBSERVASI SEBARAN NEGARA: HR, US, CA, BE

Risiko Bias dari Studi yang Dimasukkan dan Penilaian GRADE

Studi eksperimental

Dua studi eksperimental yang ada sama-sama memiliki jumlah sampel yang sangat kecil. Studi yang dilakukan Mortier dkk. hanya menghitung kebutuhan ukuran sampel untuk hasil total protein serum saja, dan ukuran sampel yang dipakai disesuaikan dengan perhitungan tersebut. Kedua studi ini mengalami beberapa keterbatasan terkait cara mereka mendesain penelitiannya (Gambar 2). Penilaian kualitas studi yang lebih rinci ada di Lampiran C.

Secara keseluruhan, kekuatan bukti untuk studi eksperimental ini diturunkan 1 peringkat karena kelemahan desain tersebut. Selain itu, buktinya diturunkan lagi 1 peringkat karena kurang presisi (akibat jumlah sampel yang sedikit). Namun, hasilnya tidak diturunkan peringkatnya untuk masalah ketidaklangsungan, meskipun belum pasti apakah hasil studi ini bisa diterapkan secara umum (mengingat pesertanya aktif, relatif muda, dan mayoritas laki-laki). Hal ini menyebabkan tingkat kepastian bukti untuk studi eksperimental masuk dalam klasifikasi "rendah".

BIAS SAMPEL -1 DESAIN -1 PRESISI GRADE: RENDAH

Diskusi (Pembahasan)

Makalah ini adalah ulasan sistematis pertama yang khusus mempelajari efek "seberapa sering" donasi plasma terhadap kejadian efek samping, kesehatan jantung, dan kadar protein pada pendonor sehat.

Dampak pada Kesehatan Pendonor

Bukti menunjukkan bahwa mendonorkan plasma hingga 2 kali seminggu bisa menurunkan kadar antibodi IgG dan feritin (cadangan zat besi) secara drastis. Studi-studi terdahulu juga membenarkan potensi habisnya IgG akibat donasi yang terlalu sering. Akan tetapi, apa akibat medisnya jika pendonor kekurangan IgG ini masih belum jelas dipahami. Belum bisa dipastikan juga apakah penurunan IgG ini membuat pendonor jadi lebih gampang terkena infeksi.

Sambil menunggu penelitian lebih lanjut, tindakan memantau dengan ketat dan melarang sementara (menunda) orang-orang yang kadar IgG-nya rendah untuk mendonor adalah langkah penting demi mencegah bahaya pada pendonor. Di sisi lain, cara penundaan yang ada sekarang mungkin membuat kita meremehkan efek samping sebenarnya dari plasmaferesis. Di Eropa (EDQM), aturannya adalah mengecek IgG setiap 26 kali donasi dan minimal setahun sekali. Namun, ini mungkin kurang sering untuk bisa mendeteksi jika IgG pendonor anjlok dengan cepat. Solusinya mungkin jadwal donasi harus disesuaikan (di-individualisasi) berdasarkan kadar awal IgG masing-masing pendonor sebelum mendonor, meskipun butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan aturannya. EDQM juga menyarankan pemeriksaan status zat besi (seperti feritin) untuk mencegah pendonor kekurangan zat besi.

Selain itu, penting juga untuk terus memantau orang-orang yang ditolak donasi karena kurang protein (melalui database kesehatan), guna melihat apakah mereka bisa pulih dan berpeluang menjadi pendonor lagi. Di studi Mortier, waktu pemantauannya cuma 3 bulan, jadi tidak ketahuan bagaimana nasib protein pendonor setelah bulan tersebut.

IgG (ANTIBODI) FERITIN (ZAT BESI) ANJLOK! PLASMA TUNDA DONASI!

Kelemahan dan Bias Penelitian

Empat dari 6 studi yang diulas adalah studi pengamatan (observasional). Studi ini rentan terhadap bias "efek pendonor sehat", yaitu kenyataan bahwa pendonor pastilah orang yang lebih sehat dari masyarakat umum karena mereka harus lulus syarat kesehatan yang ketat. Terlebih lagi, orang yang bisa bertahan mendonor berkali-kali hanyalah kelompok terpilih yang fisiknya kuat. Hal ini bisa menutupi efek buruk yang sebenarnya terjadi. Untuk mengatasi bias ini, disarankan membuat studi acak (RCT) yang benar-benar memperhitungkan status kesehatan awal pendonor. Hasilnya juga sulit diterapkan secara umum karena hampir tidak ada data untuk pendonor perempuan.

Ke depannya, untuk melihat efek jangka panjang, kita butuh studi acak (RCT) besar dan berjangka waktu lama yang melibatkan baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai usia. Studi besar sebenarnya sangat mungkin dilakukan, namun membuat pendonor tetap patuh mendonor 2 kali seminggu dalam waktu yang lama memang akan menjadi tantangan berat. Kebijakan masa depan juga akan sangat bergantung pada ketersediaan data yang berkualitas tinggi. Ini bisa dibantu dengan pembuatan sistem database lintas Eropa yang memantau data keselamatan secara standar. Peneliti juga berpendapat bahwa jika ulasan ini diperbarui dengan memasukkan studi-studi yang saat ini masih berjalan, kita pasti akan mendapat pencerahan baru.

EFEK PENDONOR SEHAT! Menutupi efek buruk yang asli BUTUH RCT BESAR

Kelemahan Ulasan Ini

Peneliti menyadari ada beberapa kelemahan dalam ulasan yang mereka buat ini:

Nilai laboratorium (seperti protein) yang diukur sesaat setelah donasi mungkin tidak selalu sejalan dengan efek kesehatan nyata di jangka panjang. Data penyakit yang nyata (seperti kejadian penyakit jantung) sebenarnya lebih penting, tapi sayangnya data seperti itu sangat jarang tersedia di studi-studi ini.

Kriteria yang peneliti buat sendiri agak membatasi cakupan ulasan. Mereka sengaja tidak memasukkan studi yang membandingkan pendonor baru melawan pendonor lama, atau studi yang cuma melihat jumlah total donasi seumur hidup. Alasan mereka adalah studi tersebut tidak bisa membedakan mana pendonor yang donasi dengan frekuensi tinggi (rapat) dalam waktu singkat, dan mana yang frekuensi rendah (jarang) tapi dalam waktu lama. Mereka hanya memasukkan studi yang sejak awal niatnya memang mau membandingkan "jadwal/frekuensi".

Peneliti sengaja tidak memasukkan studi yang hanya membandingkan antara pendonor plasma melawan pendonor darah utuh (tanpa kelompok kontrol tidak mendonor). Pasalnya, donasi darah utuh itu sendiri juga punya efek samping pada kesehatan dan protein, sehingga jika dibandingkan, peneliti tidak akan bisa memisahkan mana yang murni efek dari "donasi plasma" saja.

Ulasan ini murni hanya fokus pada "seberapa sering" donasi dilakukan, dan tidak memperhitungkan karakteristik lain seperti "seberapa banyak (volume)" plasma yang diambil.

Kesimpulan Utama

Sebagai kesimpulan, bukti saat ini menunjukkan bahwa donasi plasma dengan frekuensi yang sangat tinggi (sering) bisa memengaruhi kadar antibodi (IgG) dan feritin pendonor secara signifikan. Karena orang sehat yang mendonorkan plasmanya tidak mendapatkan keuntungan medis apa pun dari kegiatan tersebut, maka melindungi keselamatan dan kesehatan pendonor harus menjadi prioritas mutlak. Selain itu, masih dibutuhkan penelitian eksperimental berkualitas tinggi untuk menentukan seberapa tepatnya batas jadwal donasi yang aman, supaya kesejahteraan pendonor terjaga dan stok plasma juga tetap terpenuhi.

KESELAMATAN PENDONOR = PRIORITAS MUTLAK!

#bacajurnal Kesehatan Donor Aferesis (Riset Belgia)

Infografis: Balancing Donor Health and Plasma Collection Balancing Donor ...