ORANG MUKMIN ITU
SEPERTI SATU TUBUH
الْمُؤْمِنُونَ كَالْجَسَدِ الْوَاحِدِ
Mukaddimah (Pendahuluan)
Segala puji bagi Allah, selawat dan salam semoga tercurah kepada utusan Allah, beserta keluarga, para sahabatnya, dan siapa saja yang mendapat petunjuk dengan petunjuknya. Adapun setelah itu:
Intisari Seminar: Berbagi & Meringankan Beban
Maka sungguh kita semua telah mendengarkan seminar yang penuh berkah ini, yang diisi oleh para ulama (syekh) yang mulia: Syekh Abdurrahman Al-Qifari, Syekh Abdurrahman bin Hammad Al-Umar, dan Syekh Hamad bin ....... terkait dengan menyantuni (meringankan beban) orang-orang fakir dan berbuat baik kepada mereka, menginfakkan apa yang telah Allah karuniakan kepada hamba di jalan-jalan kebaikan, dan peringatan dari sifat pelit, atau menghabiskan harta pada hal-hal yang tidak sepatutnya. Dan sungguh para syekh telah menyampaikannya dengan sangat baik dan bermanfaat, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan, serta menambahkan ilmu, petunjuk, dan taufik kepada kita dan mereka, dan memberikan manfaat kepada kita semua melalui apa yang telah kita dengar dan ketahui.
Orang Mukmin: Analogi Anatomi Biologi & Struktur Alam
Dan tidak diragukan lagi bahwa topik yang dibahas (diketuk) oleh para syekh adalah topik yang pantas mendapat perhatian. Dan kaum muslimin diperintahkan agar mereka menjadi satu kesatuan, satu tubuh, dan satu bangunan dalam tolong-menolong di atas kebaikan dan takwa, dalam saling belajar satu sama lain, saling mendukung satu sama lain, dan saling menyantuni satu sama lain dalam segala urusan. Sebagaimana firman Allah Jalla wa 'Ala (Yang Maha Agung dan Maha Tinggi) di dalam kitab-Nya yang agung:
﴿إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ﴾
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu"
[ QS. Al-Hujurat: 10 ]
IKATAN PERSAUDARAAN MUKMIN
Satu Bangunan Kokoh & Satu Tubuh yang Merasa
1. Fondasi Keadilan & Kepedulian Sosial
Maka orang-orang mukmin itu bersaudara, sehingga wajib atas mereka melakukan perbaikan di antara mereka, dan wajib bagi mereka saling menyantuni satu sama lain, mencegah orang yang zalim di antara mereka, berbuat baik kepada orang yang dizalimi dan mengembalikan haknya yang dirampas, serta menyantuni orang fakir di antara mereka dan menguatkan posisinya (lengannya), serta membantu saudara-saudara mereka yang fakir untuk memenuhi kebutuhan mereka.
2. Sabda Nabi ﷺ: Bangunan & Tubuh Manusia
Nabi ﷺ bersabda: "Seorang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti sebuah bangunan, satu sama lain saling menguatkan," lalu beliau menyilangkan jari-jemarinya. Beliau 'alaihissalatu wassalam juga bersabda: "Perumpamaan kaum muslimin dalam sikap saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh mengeluh kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain akan ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur (begadang) dan demam."
3. Hierarki Kerjasama: Harta vs Agama
Maka kewajiban orang-orang mukmin adalah saling bekerja sama dalam hal-hal yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat. Dan jika kerja sama dalam hal harta untuk menyantuni orang fakir dan membutuhkan termasuk salah satu perkara yang paling penting, maka kerja sama dalam hal yang lebih tinggi dari itu—yaitu saling menasihati dalam urusan agama, bekerja sama dalam menaati Allah dan rasul-Nya, serta menyuruh kepada kebaikan (makruf) dan mencegah dari keburukan (mungkar)—adalah lebih agung dan lebih besar.
4. Destinasi Akhir: Selamat dari Azab, Menuju Surga
Maka tidak ada jalan menuju kebaikan (kesalehan) mereka, kelurusan (istiqamah) mereka, dan keselamatan mereka dari azab Allah melainkan dengan pertolongan Allah, kemudian dengan saling bekerja sama di atas hal-hal yang diridai-Nya Subhanahu, dan berdakwah (mengajak) ke jalan-Nya, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, serta saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran di atasnya, hingga semuanya selamat dari murka Allah, dan hingga mereka beruntung mendapatkan kemuliaan-Nya, kebaikan-Nya, dan masuk ke dalam surga-Nya.
KESATUAN AMAL, ZAKAT,
& KESELAMATAN HATI
Orang Mukmin Ibarat Satu Tubuh (Bagian 3)
1. Hakikat Kesatuan: Amal, Iman, & Harta
Maka mereka pada hakikatnya adalah satu kesatuan terkait kerja sama mereka dalam memperbaiki ucapan dan perbuatan mereka, pegangan teguh mereka terhadap agama Allah dan pelaksanaan hak-Nya. Dan mereka juga satu kesatuan terkait upaya saling menyantuni satu sama lain, dan saling berbuat baik satu sama lain baik dari (dana) zakat maupun yang lainnya.
2. Ekosistem Harta: Zakat Wajib & Infak Tambahan
Maka Allah telah menjadikan zakat sebagai kewajiban yang disalurkan pada tempat-tempat pembagiannya yang sah secara syariat, kemudian Dia memerintahkan mereka di samping hal ini untuk berinfak sebagai tambahan di luar zakat; karena zakat terkadang tidak cukup, dan bisa jadi orang fakir yang berhak menerimanya itu jumlahnya sangat banyak sehingga zakat tidak mencukupi mereka, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak santunan di luar zakat.
3. Bahaya Terbesar: Lalai dari Agama di Waktu Keterasingan
Akan tetapi, seperti apa yang telah disebutkan sebelumnya, di waktu yang berbahaya ini, di waktu keterasingan (agama) ini, yang lebih agung dari hal itu dan yang paling mendesak terkait kebaikan urusan agama adalah kebaikan (kesalehan) hati dan kebaikan amal perbuatan. Maka, kenyataan di mana seorang mukmin melihat saudaranya berbuat maksiat, berpaling dari agama Allah, dan lalai, lalu ia tidak menasihatinya, tidak mengarahkannya kepada kebaikan, tidak menyuruhnya berbuat makruf dan tidak mencegahnya dari kemungkaran, hal ini (bahayanya) jauh lebih besar daripada bahaya kekurangan harta.