Minggu

HOTS HM1#13-18

Infografis Sains Komik: Hematologi & Eritropoiesis

LABORATORIUM HEMATOLOGI

Penjelajahan Sel Darah Merah Epik

Soal 13

Seorang mahasiswa ATLM sedang melakukan evaluasi preparat apusan sumsum tulang di bawah mikroskop untuk menilai aktivitas eritropoiesis. Ia mengamati sebuah sel prekursor eritroid yang ukuran intinya mulai mengecil, tidak lagi memiliki nukleolus, dan rasio inti terhadap sitoplasmanya menurun menjadi sekitar 1:1. Sitoplasma sel tersebut menampilkan warna abu-abu kebiruan yang keruh, yang menandakan terjadinya percampuran warna antara produksi hemoglobin yang mulai mewarnai merah muda dan sisa RNA yang berwarna biru. Mahasiswa tersebut harus mengidentifikasi sel ini, yang juga merupakan tahap terakhir di mana sel masih memiliki kemampuan membelah diri (mitosis). Sel apakah yang sedang diamati tersebut?

Sel apakah yang sedang diamati tersebut?

A Rubrisit tahap warna ganda
B Prorubrisit fase awal sekali
C Metarubrisit inti sangat padat
D Retikulosit tanpa materi genetik
E Eritrosit matang bentuk bikonkaf
MITOSIS AKTIF! Ciri Morfologi: - Sitoplasma Abu Kebiruan - Inti mengecil (Rasio 1:1) - Nukleolus Menghilang Rasio Inti:Sitoplasma = 1:1
Soal 14

Dalam kegiatan praktikum hematologi, analis menelusuri perubahan progresif pada morfologi prekursor eritroid. Ia mencatat bahwa seiring dengan pematangan sel, warna sitoplasma mengalami transisi dari biru pekat menjadi rona merah muda salmon. Transformasi visual ini mencerminkan aktivitas biokimia intraseluler spesifik yang sangat krusial bagi fungsi utama sel tersebut kelak dalam mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Apakah penyebab utama terjadinya perubahan warna sitoplasma dari basofilik menjadi asidofilik tersebut?

Apakah penyebab utama terjadinya perubahan warna sitoplasma dari basofilik menjadi asidofilik tersebut?

A Peningkatan pesat produksi ribosom
B Akumulasi molekul protein pernapasan
C Degradasi struktur membran sel
D Kondensasi material kromatin nukleus
E Pembelahan mitosis tahap akhir
BIRU PEKAT (Basofilik) Transisi Pematangan MERAH MUDA SALMON (Asidofilik) Sintesis Protein! Menghasilkan Molekul Pengangkut Oksigen
Soal 15

Saat mengevaluasi proses pematangan sel darah merah normal, seorang peneliti melacak nasib inti sel (nukleus). Ia mengamati suatu tahap spesifik di mana kromatin menjadi sepenuhnya padat dan piknotik. Sesaat setelah tahap ini, struktur inti yang sangat padat tersebut bergerak ke tepi, dibungkus oleh membran sel, lalu dilepaskan keluar untuk kemudian difagositosis oleh makrofag sumsum tulang, meninggalkan sel yang tidak lagi berinti. Apakah fase perkembangan yang secara langsung mendahului proses pengeluaran inti tersebut?

Apakah fase perkembangan yang secara langsung mendahului proses pengeluaran inti tersebut?

A Tahap rubriblas paling awal
B Prekursor rubricyte warna campuran
C Fase metarubrisit sebelum retikulosit
D Sel prorubrisit biru gelap
E Bentuk eritrosit dewasa sempurna
INTI PIKNOTIK PADAT Fase Sebelum Keluar: MAKROFAG (Siap Fagositosis) ZAAAP!
Soal 16

Seorang teknisi laboratorium diminta menilai kapasitas regenerasi sumsum tulang pasien anemia. Pada sediaan darah tepi dengan pewarnaan Wright-Giemsa, ia menemukan sel-sel anuklear berukuran sedikit lebih besar dengan semburat warna kebiruan samar. Untuk memastikan secara definitif bahwa sel-sel imatur tersebut mengandung materi genetik spesifik yang sedang mengalami degradasi, teknisi tersebut memutuskan menggunakan pewarnaan supravital (New Methylene Blue). Apakah struktur target utama yang divisualisasikan oleh pewarnaan khusus tersebut?

Apakah struktur target utama yang divisualisasikan oleh pewarnaan khusus tersebut?

A Kumpulan pigmen besi intraseluler
B Pecahan fragmen inti padat
C Jejak organel mitokondria usang
D Sisa jaring asam ribonukleat
E Timbunan kristal protein abnormal
Tetesan New Methylene Blue STRUKTUR TARGET TERVISUALISASI! (Sisa Materi Genetik Spesifik Membentuk Jaring)
Soal 17

Dalam diskusi patofisiologi, mahasiswa menganalisis alasan mamalia berevolusi memiliki sel darah merah tanpa nukleus. Mereka mencatat bahwa hilangnya nukleus memungkinkan sel matang mengadopsi konfigurasi geometris khusus berukuran 7 hingga 8 mikrometer. Morfologi persis ini mencegah molekul hemoglobin berada terlalu jauh dari membran sel, sehingga mengoptimalkan pertukaran gas oksigen secara cepat di mikrosirkulasi jaringan. Apakah karakteristik struktural yang secara langsung memfasilitasi mekanisme pernapasan vital ini?

Apakah karakteristik struktural yang secara langsung memfasilitasi mekanisme pernapasan vital ini?

A Bentuk bulat sferis penuh
B Struktur oval memanjang kaku
C Konfigurasi sabit melengkung tajam
D Dimensi target menyerupai sasaran
E Profil cakram cekung ganda
7 - 8 mikrometer Tampak Depan Tampak Samping / Profil PERTUKARAN O2 OPTIMAL! (Hb sangat dekat ke membran) =>
Soal 18

Seorang ATLM pemula sedang belajar tahapan identifikasi sel dari preparat aspirasi sumsum tulang. Supervisor laboratorium menekankan teknik estimasi visual yang sangat penting. Saat prekursor berkembang dari tahap pronormoblas melewati pembelahan berturut-turut, diameter keseluruhan sel memang mengecil, namun penyusutan ukuran nukleusnya berlangsung pada tingkat yang jauh lebih cepat dibandingkan sitoplasmanya. Parameter morfologis apakah yang sedang dinilai melalui pengamatan perbandingan visual tersebut?

Parameter morfologis apakah yang sedang dinilai melalui pengamatan perbandingan visual tersebut?

A Derajat basofilia cairan sel
B Proporsi ukuran inti sitoplasma
C Tingkat kepadatan tekstur kromatin
D Jumlah nukleolus area tengah
E Indeks pembelahan mitosis prekursor
Tahapan Pematangan (Pronormoblas --> Metarubrisit) Ukuran Diameter Sel / Sitoplasma Nukleus (Inti) Teknik Estimasi Visual Perbandingan Tingkat Penyusutan Inti vs Sel

Infaq Imam Ahmad Rahimahullah

Widget Komik Sedekah ...