HADITS UMMU ZAR'
Kisah 11 Wanita & Sumpah Setia
Riwayat Imam Muslim
عَنْ أَخِيهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: جَلَسَ إِحْدَى عَشْرَةَ امْرَأَةً، فَتَعَاهَدْنَ وَتَعَاقَدْنَ أَنْ لَا يَكْتُمْنَ مِنْ أَخْبَارِ أَزْوَاجِهِنَّ شَيْئًا.
Dari saudaranya, Abdullah bin Urwah, dari Urwah, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya ia berkata:
"Sebelas orang wanita berkumpul dalam satu majelis, lalu mereka saling berjanji dan mengikat sumpah setia untuk tidak menyembunyikan sedikit pun perihal berita suami-suami mereka."
"Sebelas orang wanita berkumpul dalam satu majelis, lalu mereka saling berjanji dan mengikat sumpah setia untuk tidak menyembunyikan sedikit pun perihal berita suami-suami mereka."
1
WANITA PERTAMA
زَوْجِي لَحْمُ جَمَلٍ غَثٍّ، عَلَى رَأْسِ جَبَلٍ وَعْرٍ، لَا سَهْلٌ فَيُرْتَقَى، وَلَا سَمِينٌ فَيُنْتَقَلَ.
"Suamiku ibarat daging unta kurus yang berada di puncak gunung yang terjal dan sukar didaki; tidak ada dataran landai yang memudahkan pendakian untuk mengambilnya, dan tidak pula ia (daging itu) gemuk sehingga layak untuk dipindahkan."
2
WANITA KEDUA
زَوْجِي لَا أَبُثُّ خَبَرَهُ، إِنِّي أَخَافُ أَنْ لَا أَذَرَهُ، إِنْ أَذْكُرْهُ أَذْكُرْ عُجَرَهُ وَبُجَرَهُ.
"Suamiku, aku tidak berani menyebarkan beritanya. Sesungguhnya aku takut tidak akan menyisakan sedikit pun. Jika aku menyebutnya, niscaya aku akan menyebutkan segala aibnya, baik yang tampak (seperti benjolan urat) maupun yang tersembunyi (seperti cacat perut)."
3
WANITA KETIGA
زَوْجِي الْعَشَنَّقُ، إِنْ أَنْطِقْ أُطَلَّقْ، وَإِنْ أَسْكُتْ أُعَلَّقْ.
"Suamiku adalah al-Asyannaq (pria yang berperawakan sangat tinggi namun buruk perangainya). Jika aku berbicara, aku akan diceraikan; dan jika aku diam, aku akan dibiarkan terkatung-katung."
CERAI
TERKATUNG
4
WANITA KEEMPAT
زَوْجِي كَلَيْلِ تِهَامَةَ، لَا حَرَّ وَلَا قُرَّ، وَلَا مَخَافَةَ وَلَا سَآمَةَ.
"Suamiku laksana malam di wilayah Tihamah; tidak panas menyengat dan tidak pula dingin menggigil, tidak ada rasa takut dan tidak pula membosankan."
5
WANITA KELIMA
زَوْجِي إِنْ دَخَلَ فَهِدَ، وَإِنْ خَرَجَ أَسِدَ، وَلَا يَسْأَلُ عَمَّا عَهِدَ.
"Suamiku, jika ia masuk ke rumah ia seperti macan tutul (tenang/banyak tidur), dan jika ia keluar ia seperti singa (pemberani). Dan ia tidak pernah menanyakan apa yang telah ia berikan."
6
WANITA KEENAM
زَوْجِي إِنْ أَكَلَ لَفَّ، وَإِنْ شَرِبَ اشْتَفَّ، وَإِنْ اضْطَجَعَ الْتَفَّ، وَلَا يُولِجُ الْكَفَّ لِيَعْلَمَ الْبَثَّ.
"Suamiku, jika ia makan ia melahap habis, jika ia minum ia meneguk hingga kering, dan jika ia berbaring ia membungkus dirinya sendiri. Ia tidak mengulurkan telapak tangannya untuk meraba kesedihan."
7
WANITA KETUJUH
زَوْجِي غَيَايَاءُ أَوْ عَيَايَاءُ طَبَاقَاءُ، كُلُّ دَاءٍ لَهُ دَاءٌ، شَجَّكِ أَوْ فَلَّكِ أَوْ جَمَعَ كُلًّا لَكِ.
"Suamiku adalah ghayaya' atau 'ayaya' (lemah/bodoh) dan thabaqa' (tertutup akalnya). Segala macam penyakit (aib) ada padanya. Ia bisa melukaimu, atau memukulmu, atau melakukan kedua-duanya."
8
WANITA KEDELAPAN
زَوْجِي الرِّيحُ رِيحُ زَرْنَبٍ، وَالْمَسُّ مَسُّ أَرْنَبٍ.
"Suamiku, sentuhannya laksana sentuhan kelinci (lembut), dan aromanya laksana aroma tumbuhan zarnab (harum)."
9
WANITA KESEMBILAN
زَوْجِي رَفِيعُ الْعِمَادِ، طَوِيلُ النِّجَادِ، عَظِيمُ الرَّمَادِ، قَرِيبُ الْبَيْتِ مِنْ النَّادِي.
"Suamiku adalah orang yang tinggi tiang rumahnya (terhormat), panjang sarung pedangnya (pemberani), banyak abu dapurnya (dermawan/sering memasak), dan rumahnya dekat dengan majelis pertemuan kaumnya."
10
WANITA KESEPULUH
زَوْجِي مَالِكٌ، وَمَا مَالِكٌ؟ مَالِكٌ خَيْرٌ مِنْ ذَلِكَ، لَهُ إِبِلٌ كَثِيرَاتُ الْمَبَارِكِ، قَلِيلَاتُ الْمَسَارِحِ، إِذَا سَمِعْنَ صَوْتَ الْمِزْهَرِ أَيْقَنَّ أَنَّهُنَّ هَوَالِكُ.
"Suamiku adalah Malik... Ia memiliki unta-unta yang banyak menderum di kandang (siap disembelih) dan sedikit yang digembalakan. Apabila unta-unta itu mendengar suara al-mizhar (musik), mereka yakin akan segera binasa."
11
ABU ZAR'
زَوْجِي أَبُو زَرْعٍ، فَمَا أَبُو زَرْعٍ؟ أَنَاسَ مِنْ حُلِيٍّ أُذُنَيَّ، وَمَلَأَ مِنْ شَحْمٍ عَضُدَيَّ، وَبَجَّحَنِي فَبَجَحَتْ إِلَيَّ نَفْسِي...
"Suamiku adalah Abu Zar', dan siapakah gerangan Abu Zar' itu? Ia telah membuat kedua telingaku bergoyang dengan perhiasan, memenuhi lengan atasku dengan lemak (kemakmuran), dan ia memuliakanku."
PERHIASAN
LEMAK / MAKMUR
"Ia menemukanku di tengah keluarga pemilik sedikit kambing... lalu memindahkanku ke pemilik kuda, unta, pengirik gandum..."
MISKIN
KAYA RAYA
KELUARGA ABU ZAR'
-
IBUNDA: Wadah makanan besar, rumah lapang.
-
PUTRA: Tidur seperti pedang (langsing), makan sedikit.
-
PUTRI: Taat, tubuh subur, bikin marah madu.
-
BUDAK: Menjaga rahasia, amanah, rajin.
PERPISAHAN
Abu Zar' keluar rumah... bertemu wanita dengan dua anak lincah laksana macan tutul bermain dengan dua buah delima...
MAKA IA MENCERAIKANKU
MAKA IA MENCERAIKANKU
SUAMI KEDUA
"Aku menikah dengan pria terpandang, kaya raya, memberiku banyak ternak... Namun..."
PEMBERIAN SUAMI BARU
TOTAL KEKAYAAN
VS
WADAH TERKECIL ABU ZAR'
"Seandainya aku kumpulkan semua yang diberikan suami keduaku, niscaya nilainya TIDAK MENCAPAI wadah terkecil milik Abu Zar'."
كُنْتُ لَكِ كَأَبِي زَرْعٍ لِأُمِّ زَرْعٍ
Aisyah berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku:
"Aku bagimu adalah laksana Abu Zar' bagi Ummu Zar'."
"Aku bagimu adalah laksana Abu Zar' bagi Ummu Zar'."