Sabtu

Pertanyaan Bermutu

Pedoman Desain Kuesioner - Giuseppe Iarossi
PEDOMAN PRAKTIS

Desain Kuesioner

Dikutip dari: Giuseppe Iarossi. "The Power of Survey Design". World Bank. 2006.
ISBN-13: 978-0-8213-6392-8
Seni & Sains

Menyusun pertanyaan efektif adalah Seni. Pengalaman lapangan berpadu dengan pengetahuan linguistik dan psikologi kognitif.

Realita: Tidak ada buku yang bisa menggantikan pengalaman langsung. Uji coba (pilot test) dan wawancara langsung adalah kuncinya.

Perspektif Responden

Aturan Emas: Responden mungkin belum memikirkan detail sedalam survei Anda. Jangan berasumsi.

Tempatkan diri Anda pada posisi responden dengan pendidikan terendah. Sesuaikan pertanyaan dengan kemampuan kognitif mereka.
Mode Wawancara

Hati-hati! Kata yang sama bisa membingungkan saat diucapkan, meski jelas saat tertulis.

  • Homofon: Kata terdengar sama, makna berbeda.
  • Intonasi: Nada berbeda bisa mengubah makna total dalam beberapa bahasa.
Kekuatan Satu Kata

Studi Kasus: Eksperimen Film Pendek. Mengubah satu kata mengubah distribusi respons secara signifikan.

Kelompok A ditanya:

"Melihat SEBUAH (A) lampu pecah?"

HASIL:

Ketidakpastian meningkat. Banyak jawaban "Tidak Tahu".

Kelompok B ditanya:

"Melihat lampu ITU (THE) pecah?"

HASIL:

Mengarahkan kesimpulan. Mendorong Pengakuan Palsu (False Recognitions).

Prinsip BOSS

Empat kriteria wajib untuk pertanyaan yang baik:

B
Brief
(Singkat)
O
Objective
(Objektif)
S
Simple
(Sederhana)
S
Specific
(Spesifik)

© Infografis berdasarkan teks Giuseppe Iarossi. Dibuat dengan HTML Standar.


Desain Kuesioner: Relevansi & Akurasi
Kualitas Data Survei

Betapa Mudahnya
Mengajukan Pertanyaan
yang Salah

Desain pertanyaan adalah langkah termudah & paling hemat biaya untuk meningkatkan data, namun paling sering diabaikan.

Masalah Utama

Banyak peneliti terobsesi pada teknik sampling, padahal kesalahan terbesar seringkali berasal dari desain pertanyaan (wording).

Sampling Error
Bbrp %
Wording Error
20% - 30% Potensi Error!

*Kesalahan akibat pertanyaan sensitif atau tidak jelas

Tidak ada teori baku untuk kata-kata, tapi ada 2 Prinsip Utama untuk desain pertanyaan:

1. Relevansi

Tercapai ketika perancang tahu persis tujuan pertanyaan & jenis informasi yang dibutuhkan.

  • Bantu Daya Ingat: Susunan kata & urutan harus memotivasi ingatan responden.
  • Kerja Sama: Hindari poin yang sulit, memakan waktu, atau memalukan.
  • Tujuan Riset: Mendefinisikan kata-kata yang digunakan.

Usia
Tugas Mudah

Pendapatan
Tugas Rumit

"Perbedaan jawaban harus mencerminkan isu nyata, bukan beda interpretasi."

2. Akurasi

Informasi yang dikumpulkan harus Reliabel (Andal) dan Valid (Sah).

  • Jangan Tanya: Hal yang sudah terlalu lama terjadi di masa lalu.
  • Hindari: Hal yang tidak dipahami responden dengan jelas.
Jebakan Ketidaktahuan

Responden jarang mengaku tidak tahu agar tidak terlihat bodoh. Mereka akan menjawab walau tidak paham isunya.

Contoh Kasus: Defisit Anggaran
Sulit membedakan responden yang menganggap kebijakan salah vs responden yang sebenarnya tidak punya informasi (uninformed).

Kesimpulan Desainer

"Pertanyaan yang lebih mudah belum tentu memberikan jawaban yang lebih akurat."

Hanya ajukan pertanyaan kepada orang-orang yang mampu memberikan jawaban yang akurat.

© Infografis Metodologi Survei | Didesain untuk Lebar Layar 805px


Infaq Imam Ahmad Rahimahullah

Widget Komik Sedekah ...