Desain Kuesioner
ISBN-13: 978-0-8213-6392-8
Menyusun pertanyaan efektif adalah Seni. Pengalaman lapangan berpadu dengan pengetahuan linguistik dan psikologi kognitif.
Realita: Tidak ada buku yang bisa menggantikan pengalaman langsung. Uji coba (pilot test) dan wawancara langsung adalah kuncinya.
Aturan Emas: Responden mungkin belum memikirkan detail sedalam survei Anda. Jangan berasumsi.
Hati-hati! Kata yang sama bisa membingungkan saat diucapkan, meski jelas saat tertulis.
- Homofon: Kata terdengar sama, makna berbeda.
- Intonasi: Nada berbeda bisa mengubah makna total dalam beberapa bahasa.
Studi Kasus: Eksperimen Film Pendek. Mengubah satu kata mengubah distribusi respons secara signifikan.
Kelompok A ditanya:
HASIL:
Ketidakpastian meningkat. Banyak jawaban "Tidak Tahu".
Kelompok B ditanya:
HASIL:
Mengarahkan kesimpulan. Mendorong Pengakuan Palsu (False Recognitions).
Empat kriteria wajib untuk pertanyaan yang baik:
(Singkat)
(Objektif)
(Sederhana)
(Spesifik)
Betapa Mudahnya
Mengajukan Pertanyaan
yang Salah
Desain pertanyaan adalah langkah termudah & paling hemat biaya untuk meningkatkan data, namun paling sering diabaikan.
Masalah Utama
Banyak peneliti terobsesi pada teknik sampling, padahal kesalahan terbesar seringkali berasal dari desain pertanyaan (wording).
*Kesalahan akibat pertanyaan sensitif atau tidak jelas
Tidak ada teori baku untuk kata-kata, tapi ada 2 Prinsip Utama untuk desain pertanyaan:
1. Relevansi
Tercapai ketika perancang tahu persis tujuan pertanyaan & jenis informasi yang dibutuhkan.
- Bantu Daya Ingat: Susunan kata & urutan harus memotivasi ingatan responden.
- Kerja Sama: Hindari poin yang sulit, memakan waktu, atau memalukan.
- Tujuan Riset: Mendefinisikan kata-kata yang digunakan.
Usia
Tugas Mudah
Pendapatan
Tugas Rumit
"Perbedaan jawaban harus mencerminkan isu nyata, bukan beda interpretasi."
2. Akurasi
Informasi yang dikumpulkan harus Reliabel (Andal) dan Valid (Sah).
- Jangan Tanya: Hal yang sudah terlalu lama terjadi di masa lalu.
- Hindari: Hal yang tidak dipahami responden dengan jelas.
Responden jarang mengaku tidak tahu agar tidak terlihat bodoh. Mereka akan menjawab walau tidak paham isunya.
Sulit membedakan responden yang menganggap kebijakan salah vs responden yang sebenarnya tidak punya informasi (uninformed).
Kesimpulan Desainer
"Pertanyaan yang lebih mudah belum tentu memberikan jawaban yang lebih akurat."
Hanya ajukan pertanyaan kepada orang-orang yang mampu memberikan jawaban yang akurat.