Rabu

Pendekatan Makro Activity-Based Costing WHO

Master Infografis: Manajemen Darah & Laboratorium
KONSEP 4.1

BLOOD ESTABLISHMENT
PABRIK DARAH

Transformasi UTD PMI Pusat/Wilayah menjadi model Manufaktur Modern

FOKUS UTAMA

Berfungsi layaknya pabrik manufaktur. Dari rekrutmen hingga distribusi dihitung secara presisi.

Rekrutmen
Koleksi
Testing
Pemisahan
Distribusi

Joint Cost Allocation

Biaya 1 Kantong Whole Blood (WB) dianggap sebagai Biaya Bersama.

Metode Alokasi & Simulasi Harga

70%BEBAN KE PRC
30%BEBAN KE FFP

Unit Cost PRC Hasil Simulasi

Rp 203.700
RISIKO BESAR

Jika FFP (Plasma) tidak dapat dijual karena kurangnya industri fraksinasi:

30% LOSS
PELAJARAN PRAKTISI
  • Kerjasama dengan fasilitas fraksinasi.
  • Memastikan permintaan klinis FFP cukup.

Model 8: HTF Concepts

Layanan Laboratorium Rumah Sakit

Aktivitas Inti

  • ABO/Rh Typing
  • Antibody Screening
  • Crossmatch

Simulasi Biaya

Rp 236.250

Per Tes Crossmatch

Meliputi: Reagen (Gel), Consumables, SDM RS, Overhead RS.

Argumen Teknis Model WHO

Crossmatch BUKAN beli darah, tapi layanan klinis.

SALAH

Bagian Pembelian Darah

BENAR

Tarif Lab RS

KLAIM

Klaim ke BPJS/INA-CBG

BAGIAN 4.3

Konsep PCC

Ekonomi Skala Tinggi

Biaya Per Prosedur Apheresis
Rp 1.256.700
Rp 750.000 Biaya Kit (Sekali Pakai)
Biaya Modal Depresiasi Mesin Signifikan
SENSITIVITAS VOLUME

Biaya modal per pasien bergantung pada utilisasi mesin.

BAHAYA!

Jika mesin dipakai 1x seminggu, biaya depresiasi per pasien menjadi sangat mahal.
FEASIBLE (Layak)

Hanya untuk UTD Tipe Utama & RS Rujukan Pusat dengan volume tinggi.

TIDAK DISARANKAN

Untuk UTD Daerah Kecil tanpa subsidi penuh operasional.

Analisis Biaya SDM & Overhead

Pendekatan Mikro

Rp 100.000 / kantong

Wajib untuk UTD PMI (Swakelola).

Risiko: Jika volume turun, biaya per unit naik drastis.

Pendekatan Makro

Rp 25.000 / donor

Untuk UTD RSUD (Staf PNS).

Gaji dianggap Fixed Cost yang ditanggung Pemda/RS.

ISU LIMBAH B3

Deferral tinggi & IMLTD reaktif meningkatkan volume limbah infeksius. Biaya pembuangan (pihak ke-3) harus dihitung eksplisit dalam pendekatan mikro.

6.1 Memilih "Kebenaran" Biaya

VIA MIKRO
ABC / CASHFLOW
UTD PMI (Swakelola)
Survival Arus Kas
Anda perlu tahu persis uang tunai untuk gaji, listrik, dan reagen. Detail mikro adalah alat survival.
Isu Spesifik
Penerapan NAT
Biaya NAT terlalu besar untuk dianggap overhead. Perlu hitungan presisi dampak pooling sampel.
VIA MAKRO
WHO MODEL / STRATEGIC
BDRS / Lab RS
Tarif Pelayanan
Fokus pada layanan klinis, bukan produksi. Gunakan HTF Makro untuk tarif crossmatch yang wajar.
Pemda / Kebijakan
Big Picture Anggaran
Melihat alur subsidi global: Berapa untuk Produksi (UTD) dan berapa untuk Layanan (RS).

Analisis Strategis

STRATEGI BERTAHAN DI BAWAH PAGU

RP 490.000
Biaya Real (Full Spec) Rp 600.000
Pagu BPPD Rp 490.000

Defisit: ~Rp 110.000

Gap Biaya

1. Efisiensi Skala (Volume is King)

Biaya tetap alat canggih sangat membebani jika volume rendah.

Solusi: Hub & Spoke. UTD Kecil hanya koleksi, UTD Besar pengolahan.

2. Subsidi Silang Pemda

APBD (Langsung)

Listrik, Limbah, Gedung.

BPPD (Tarif)

Kantong & Reagen.

3. Optimalisasi Mobile Unit

Hindari lokasi sporadis. Fokus pada Pabrik/Sekolah besar untuk menekan Cost per Acquisition.

Infaq Imam Ahmad Rahimahullah

Widget Komik Sedekah ...