KOMUNIKASI FLEBOTOMI
PANDUAN PRAKTIS MAHASISWA D3 TLM
I. TIGA FASE INTERAKSI
1. Pra-Interaksi & Orientasi
Fase Krusial: Cegah Salah Orang!
Lakukan 3S:
- Senyum
- Salam
- Sapa
- Perkenalkan Diri
Identifikasi Pasien
JANGAN Pertanyaan Tertutup:
"Apakah nama Ibu Ani?" (Pasien bingung bisa cuma mengangguk)
GUNAKAN Pertanyaan Terbuka:
2. Fase Kerja
Saat Pengambilan Sampel
Komunikasi Terapeutik
Pasien Cemas? Jelaskan dengan Bahasa Awam.
Manajemen Nyeri
Komunikasi jalan terus, tapi jangan sampai ganggu konsentrasi menusuk!
3. Fase Terminasi
Pasca Pengambilan
Jangan Langsung Kabur!
- Pastikan pendarahan berhenti.
- Berikan edukasi pasca-flebotomi.
Contoh Script Terminasi:
II. ETIKA & INFORMED CONSENT
Informed Consent
Flebotomi umumnya Implied Consent (Pasien menyodorkan lengan = Setuju).
TAPI, wajib izin verbal:
"Bu, saya izin tusuk ya?"
Right to Refuse
Jika pasien menolak, JANGAN DIPAKSA. Laporkan ke dokter/perawat.
Kerahasiaan (Confidentiality)
DILARANG bicara kondisi pasien/hasil lab di:
"Eh, tadi si Bapak X venanya pecah lho..."
STOP! ITU PELANGGARAN BERAT.
Menghadapi Pasien Sulit / Anak Kecil
SIMPATI (Kurang Tepat)
"Aduh kasihan ya sakit..."
(Hanya ikut merasakan, tidak solutif)
EMPATI (KUNCI UTAMA!)
"Saya mengerti Adik takut, tapi Kakak akan lakukan ini secepat mungkin biar Adik cepat sembuh."
Skenario:
Mahasiswa B (Pasien) takut jarum & menarik tangan saat mau ditusuk.
Tindakan Mahasiswa A (Flebotomis):
- Menenangkan pasien.
- Instruksi: "Tarik napas panjang".
DOSEN FEEDBACK
Bagus: Instruksi napas sudah benar.
Koreksi: Jangan pegang tangan pasien terlalu keras (kesannya memaksa).
"Gunakan sentuhan lembut namun tegas."