Sabtu

HOTSIBD#13-18 v47

Infografis Imunohematologi - Gaya Komik Sains

KASUS KLINIS IMUNOHEMATOLOGI

Analisis Serologi & Reaksi Darah

SOAL 13

Seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di rumah sakit bersalin menerima sampel darah dari seorang bayi baru lahir yang mengalami ikterus berat dan dicurigai menderita haemolytic disease of the newborn (HDN). Dokter spesialis anak meminta pemeriksaan golongan darah dan skrining antibodi pada ibu dan bayi. Diketahui bahwa ibu memiliki riwayat transfusi darah sebelumnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan janin.
Berdasarkan prinsip imunohematologi, antibodi spesifik apakah yang memiliki ukuran cukup kecil sehingga mampu menembus sawar plasenta dan menyebabkan kondisi lisis sel darah merah pada janin tersebut?
A
Imunoglobulin kelas G maternal
B
Antibodi tipe M sirkulasi
C
Varian IgA sekretori mukosa
D
Molekul IgE pemicu alergi
E
Rantai polipeptida D permukaan

PROYEKSI SELULER: SAWAR PLASENTA

SAWAR PLASENTA SIRKULASI IBU SIRKULASI JANIN (HDN) IgM (BESAR) TERHALANG! IgG IgG LISIS!

SOAL 14

Di laboratorium rujukan imunologi, seorang analis sedang melakukan uji kecocokan silang (crossmatch) untuk pasien yang membutuhkan transfusi sel darah merah pekat segera. Reaksi awal pada medium salin normal tidak menunjukkan adanya penggumpalan yang jelas, namun klinisi sangat curiga pasien memiliki alloantibodi akibat riwayat transfusi multipel. Analis tersebut kemudian memutuskan untuk menambahkan enzim papain ke dalam suspensi sel uji guna memperkuat ikatan antibodi yang mungkin ada.
Apakah mekanisme biokimiawi utama dari penambahan bahan tersebut terhadap membran eritrosit pasien?
A
Menghilangkan gugus asam neuraminat
B
Menambah muatan positif membran
C
Menciptakan jembatan antar reseptor
D
Memecah ikatan hidrogen cairan
E
Membentuk kompleks serangan sitolitik

AKSI ENZIM PAPAIN PADA MEMBRAN ERITROSIT

MENGURANGI POTENSIAL ZETA (Zeta Potential) ERITROSIT - - - - - CHOMP! ENZIM PAPAIN ERITROSIT (MUATAN BERKURANG) Aglutinasi Kuat!

SOAL 15

Seorang pasien laki-laki berusia empat puluh lima tahun datang ke klinik untuk menjalani pemeriksaan serologi pasca transfusi darah yang kedua kalinya. Satu bulan yang lalu, pasien tersebut menerima transfusi darah karena trauma kecelakaan. Pengujian darah saat ini menunjukkan peningkatan titer antibodi yang sangat dramatis, cepat, dan melimpah jika dibandingkan dengan pengujian pertama kali saat pasien baru pertama kali terpapar antigen asing.
Mengingat pola kemunculannya, jenis respons imunologis utama apakah yang sedang terjadi pada sirkulasi pasien saat ini?
A
Reaksi sekunder dominasi IgG
B
Tanggapan primer produksi IgM
C
Fase laten aktivasi IgA
D
Lonjakan lambat molekul IgD
E
Hipersensitivitas akut pelepasan IgE

GRAFIK KINETIKA RESPONS IMUNOLOGIS

WAKTU (Minggu/Bulan) TITER ANTIBODI Transfusi Ke-1 Transfusi Ke-2 Respons Primer (IgM) IgG! RESPONS SEKUNDER Dramatis, Cepat, Melimpah!

SOAL 16

Dalam melaksanakan prosedur pemeriksaan golongan darah sistem ABO dan Rhesus secara rutin, seorang teknisi laboratorium medis menginkubasi sampel darah pasien ke dalam dua kondisi lingkungan yang berbeda. Tabung pertama digunakan untuk mendeteksi antibodi alami sistem ABO, sedangkan tabung kedua difokuskan untuk mendeteksi antibodi imun (seperti Rhesus) yang terbentuk akibat paparan antigen sebelumnya.
Agar antibodi imun Rhesus dapat bereaksi dan berikatan secara paling optimal, berapakah skala termal yang harus diatur oleh teknisi tersebut pada inkubator?
A
37 derajat Celcius
B
Empat derajat celcius
C
Kondisi ruang 20 derajat celcius
D
Nol derajat celcius titik beku cairan
E
Seratus derajat celcius batas didih air

SKALA TERMAL INKUBATOR SEROLOGI

INKUBATOR LABORATORIUM 0°C 20°C 37°C

SOAL 17

Saat melakukan uji Anti-Human Globulin (AHG) atau Coombs test tidak langsung untuk mendeteksi antibodi inkomplit, seorang ATLM mencampur serum pasien dengan eritrosit uji dan membiarkannya bereaksi selama waktu tertentu di dalam inkubator. Setelah itu, sel tersebut harus dicuci bersih terlebih dahulu sebelum ditambahkan reagen AHG guna memicu penggumpalan yang kasat mata.
Pada tahap awal sebelum proses pencucian dilakukan, peristiwa seluler apakah yang sebenarnya sedang berlangsung antara antibodi plasma dengan antigen target?
A
Proses sensitisasi tanpa aglutinasi
B
Penghancuran dinding pembungkus sel
C
Penggabungan fisik membentuk formasi
D
Perlekatan spontan secara langsung
E
Lisis akibat aktivasi komplemen

FASE INKUBASI: MEKANISME SELULER AWAL

AWAL INKUBASI Inkubasi 37°C FASE SENSITISASI (Menempel tapi tidak menggumpal) BELUM AGLUTINASI!

SOAL 18

Seorang mahasiswa praktik sedang menyiapkan reagen eritrosit standar untuk pengujian serologi golongan darah metode tabung. Instruktur laboratorium mengingatkan agar mahasiswa tersebut sangat presisi dalam menakar proporsi sel darah merah yang dicampurkan ke dalam larutan salin. Apabila konsentrasi sel darah merah yang digunakan terlalu pekat, antibodi berkekuatan lemah yang terdapat di dalam spesimen mungkin akan tersembunyi dan tidak terdeteksi.
Untuk mencegah terjadinya pembacaan negatif palsu, berapakah rasio suspensi sel yang direkomendasikan?
A
Dua sampai empat persen
B
Sepuluh hingga belasan ganda
C
Porsi lima puluh mutlak
D
Sepertiga pecahan seluruh cairan
E
Angka batas nol desimal

PROPORSI SUSPENSI SEL DARAH MERAH

TERLALU PEKAT (Negatif Palsu! Antibodi Tersembunyi) VS IDEAL 2-4% (Reaksi Terbaca Jelas!)

Infaq Imam Ahmad Rahimahullah

Widget Komik Sedekah ...