REALITA ZAMAN & ILMU
أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
«لَا يَأْتِي عَامٌ إِلَّا وَالَّذِي بَعْدَهُ
شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ»
«لَا يَأْتِي عَامٌ إِلَّا وَالَّذِي بَعْدَهُ
شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ»
أَمَّا حَدِيثُ «لَا يَأْتِي عَامٌ إِلَّا وَالَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ». فَهُوَ حَدِيثٌ صَحِيحٌ، رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ فِي الصَّحِيحِ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: «لَا يَأْتِي عَامٌ إِلَّا وَالَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ» وَفِي لَفْظٍ آخَرَ قَالَ: «لَا يَكُونُ عَامٌ خَيْرًا مِنْ عَامٍ، وَلَا أَمِيرٌ خَيْرًا مِنْ أَمِيرٍ، وَلَكِنْ ذَهَابُ عُلَمَائِكُمْ وَخِيَارِكُمْ، ثُمَّ يَحْدُثُ أَقْوَامٌ يَقِيسُونَ الْأُمُورَ بِآرَائِهِمْ؛ فَيُهْدَمُ الْإِسْلَامُ وَيُثْلَمُ».
Adapun hadis "Tidaklah datang suatu tahun melainkan yang sesudahnya lebih buruk darinya hingga kalian berjumpa dengan Tuhan kalian" merupakan hadis yang sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya dari sahabat Anas bin Malik, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Tidaklah datang suatu tahun melainkan yang sesudahnya lebih buruk darinya hingga kalian berjumpa dengan Tuhan kalian." Dan dalam lafaz lain disebutkan: "Bukanlah (maksudnya) suatu tahun itu lebih baik dari tahun lainnya, dan bukan pula seorang pemimpin lebih baik dari pemimpin lainnya, akan tetapi (karena) hilangnya para ulama dan orang-orang pilihan di antara kalian, kemudian bermunculan kaum-kaum yang mengqiyaskan (menilai) urusan agama dengan akal pikiran mereka sendiri; sehingga Islam dihancurkan dan dirusak."
وَهَذَا هُوَ الْوَاقِعُ، فَكُلَّمَا تَقَدَّمَ الزَّمَانُ، وَتَأَخَّرَ عَهْدُ النُّبُوَّةِ؛ قَلَّ الْعِلْمُ، وَكَثُرَ الْجَهْلُ، كَمَا هُوَ الْحَالُ الْيَوْمَ فِي الْقَرْنِ الْخَامِسَ عَشَرَ، وَالرَّابِعَ عَشَرَ الْمَاضِي، فَإِنَّ الْعِلْمَ قَدْ قَلَّ كَثِيرًا، وَالْجَهْلَ قَدِ انْتَشَرَ فِي غَالِبِ الْبُلْدَانِ، فَقَلَّ أَنْ تَجِدَ بَلَدًا فِيهَا الْعُلَمَاءُ الَّذِينَ يَكْفُونَ لِحَاجَةِ الْبِلَادِ، وَيُشَارُ إِلَيْهِمْ بِالْعِلْمِ، وَالْفَضْلِ، وَالِاسْتِقَامَةِ، فَالْمُصِيبَةُ عَظِيمَةٌ.
Dan inilah kenyataannya. Semakin zaman berlalu dan semakin jauh dari masa kenabian; ilmu semakin berkurang dan kebodohan semakin bertambah. Sebagaimana keadaan hari ini di abad kelima belas (Hijriah), dan abad keempat belas yang lalu, sungguh ilmu telah banyak berkurang dan kebodohan telah merajalela di sebagian besar negara. Sangat jarang Anda menemukan sebuah negara yang memiliki cukup ulama untuk memenuhi kebutuhan negaranya, yang dapat dijadikan rujukan dalam hal ilmu, keutamaan, dan istikamah. Ini adalah musibah yang besar.
وَلَكِنْ لَيْسَ مَعْنَاهُ أَنَّ الزَّمَانَ دَائِمًا يَكُونُ شَرًّا مِمَّا قَبْلَهُ .. لَا، هَذَا وَصْفٌ أَغْلَبِيٌّ، وَقَدْ يَقَعُ فِي بَعْضِ الزَّمَانِ فِي بَعْضِ الْأَوْقَاتِ فِي جِهَةٍ مِنَ الْجِهَاتِ مَا يَكُونُ حَالُ أَهْلِهَا أَحْسَنَ مِنْ حَالِهِمُ الْأُولَى فِي بَعْضِ الْأَحْيَانِ.
Akan tetapi, bukan berarti bahwa suatu zaman itu selalu lebih buruk dari sebelumnya secara mutlak.. Tidak, ini adalah sifat umum (mayoritas). Terkadang bisa saja terjadi di sebagian zaman, di waktu-waktu tertentu, dan di suatu daerah tertentu, keadaan penduduknya jauh lebih baik daripada keadaan mereka sebelumnya.
كَمَا وَقَعَ فِي عَهْدِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِالْعَزِيزِ الْخَلِيفَةِ الرَّاشِدِ، فَإِنَّ الْمُسْلِمِينَ قَدْ حَصَلَ لَهُمْ بِوِلَايَتِهِ خَيْرٌ عَظِيمٌ، وَكَانَ الْحَالُ فِي زَمَانِهِ أَحْسَنَ مِنْ حَالِ مَنْ قَبْلَهُ، كَزَمَنِ الْوَلِيدِ وَأَخِيهِ سُلَيْمَانَ، كَانَ زَمَانُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِالْعَزِيزِ أَحْسَنَ بِكَثِيرٍ فِي إِقَامَةِ الْعَدْلِ وَتَحْكِيمِ الشَّرِيعَةِ، وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ قَوْلَهُ ﷺ: «لَا يَأْتِي عَامٌ إِلَّا وَالَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ» يَعْنِي وَصْفٌ أَغْلَبِيٌّ لَيْسَ بِوَصْفٍ عَامٍّ لَيْسَ فِيهِ اسْتِثْنَاءٌ، بَلْ وَصْفٌ أَغْلَبِيٌّ.
Sebagaimana yang terjadi pada masa Khalifah Ar-Rasyid, Umar bin Abdul Aziz. Kaum muslimin mendapatkan kebaikan yang sangat besar di bawah kepemimpinannya, dan keadaan pada zamannya lebih baik daripada keadaan orang-orang sebelumnya, seperti zaman Al-Walid dan saudaranya Sulaiman. Zaman Umar bin Abdul Aziz jauh lebih baik dalam penegakan keadilan dan penerapan syariat. Hal ini menunjukkan bahwa sabda beliau ﷺ "Tidaklah datang suatu tahun melainkan yang sesudahnya lebih buruk darinya" adalah sifat umum (berlaku pada mayoritasnya), bukan kaidah mutlak yang tak ada pengecualiannya.
DIALEKTIKA ZAMAN
& KEBANGKITAN SUNNAH
BAGIAN 01
قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي مِثْلِ هَذَا: إِنَّهُ بِالنِّسْبَةِ إِلَى عُمُومِ الزَّمَانِ لَا بِالنِّسْبَةِ إِلَى الْأَمْكِنَةِ، فَقَدْ يَكُونُ مَثَلًا حَالُ دِمَشْقَ، الْمَدِينَةِ، الرِّيَاضِ، أَهْلِ بَغْدَادَ فِي وَقْتٍ مُتَأَخِّرٍ أَحْسَنَ مِنْ حَالِهَا فِي وَقْتٍ مُتَقَدِّمٍ، وَلَكِنَّ الْمُرَادَ الْعُمُومُ يَعْنِي عُمُومَ الدُّنْيَا، كُلُّ زَمَانٍ أَدْنَى مِنَ الَّذِي قَبْلَهُ بِعُمُومِ الدُّنْيَا، لَكِنْ قَدْ يَكُونُ فِي بَعْضِ الْأَمْكِنَةِ بِالنِّسْبَةِ إِلَى بَعْضِ النَّاسِ حَالُهُمْ أَحْسَنَ مِنَ الَّذِي قَبْلُ، كَمَا جَرَى فِي أَمَاكِنَ كَثِيرَةٍ ظَهَرَتْ فِيهَا الْبِدَعُ، ثُمَّ جَاءَ صَاحِبُ سُنَّةٍ فَدَعَا إِلَى اللَّهِ، وَأَقَامَ الْعَدْلَ، وَأَقَامَ السُّنَّةَ، وَنَهَى عَنِ الْبِدْعَةِ؛ فَصَارَ حَالُهُمْ أَحْسَنَ مِنْ ذِي قَبْلُ.
Sebagian ulama berkata mengenai hal semacam ini: Bahwa hal itu berlaku untuk keumuman zaman, bukan berlaku pada semua tempat. Bisa jadi misalnya keadaan Damaskus, Madinah, Riyadh, atau penduduk Baghdad di waktu yang belakangan lebih baik daripada keadaannya di waktu yang terdahulu. Namun, yang dimaksud dengan keumuman di sini adalah kondisi dunia secara keseluruhan; setiap zaman mutu agamanya lebih rendah dari sebelumnya untuk skala global/dunia. Akan tetapi, di beberapa tempat bagi sebagian orang, keadaannya bisa jadi lebih baik dari sebelumnya. Seperti yang terjadi di banyak tempat di mana bid'ah sempat bermunculan, kemudian datanglah pembela Sunnah yang berdakwah ke jalan Allah, menegakkan keadilan, menghidupkan Sunnah, dan memberantas bid'ah; sehingga keadaan mereka pun menjadi lebih baik dari sebelumnya.
BAGIAN 02
وَكَمَا جَرَى فِي الْجَزِيرَةِ الْعَرَبِيَّةِ، فَإِنَّهُ حَصَلَ فِيهَا مِنَ الشِّرْكِ وَالْبِدَعِ وَالْخُرَافَاتِ فِي الْقَرْنِ الْحَادِيَ عَشَرَ وَمَا قَبْلَهُ شَيْءٌ كَثِيرٌ، فَجَاءَ اللَّهُ بِدَعْوَةِ الشَّيْخِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِالْوَهَّابِ -رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ- فَدَعَا إِلَى اللَّهِ فِي الْجَزِيرَةِ، وَفِي نَفْسِ نَجْدٍ، دَعَا إِلَى اللَّهِ جَلَّ وَعَلَا وَأَقَامَ السُّنَّةَ، وَنَهَى عَنِ الْبِدْعَةِ، وَنَصَرَهُ آلُ سُعُودٍ؛ فَصَارَ حَالُ نَجْدٍ أَحْسَنَ كَثِيرًا مِنْ حَالِهَا قَبْلَ ذَلِكَ؛ بِسَبَبِ الدَّعْوَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ، وَبِسَبَبِ إِنْكَارِ الْبِدَعِ، وَالشِّرْكِ، وَبِسَبَبِ تَحْكِيمِ الشَّرِيعَةِ، هَذَا أَمْرٌ مَعْلُومٌ وَاضِحٌ وَاقِعٌ.
Hal ini pula yang terjadi di Jazirah Arab. Di sana banyak terjadi kesyirikan, bid'ah, dan khurafat pada abad kesebelas (Hijriah) dan sebelumnya. Kemudian Allah mendatangkan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab —rahmatullah 'alaih— beliau pun berdakwah ke jalan Allah di Jazirah, dan khususnya di wilayah Najd. Beliau berdakwah kepada Allah Jalla wa 'Ala, menegakkan Sunnah, melarang bid'ah, dan beliau pun didukung oleh keluarga Al Saud. Sehingga, keadaan Najd menjadi jauh lebih baik dari keadaan sebelumnya; semua itu berkat:
Ini adalah perkara yang diketahui bersama, jelas, dan memang terjadi.
- dakwah Islam,
- pengingkaran terhadap bid'ah dan kesyirikan,
- serta penegakan syariat Islam.
Ini adalah perkara yang diketahui bersama, jelas, dan memang terjadi.
BAGIAN 03
وَهَكَذَا فِي زَمَنِ شَيْخِ الْإِسْلَامِ ابْنِ تَيْمِيَّةَ فِي دِمَشْقَ وَفِي مِصْرَ، وَفِي زَمَنِ ابْنِ الْقَيِّمِ وَابْنِ كَثِيرٍ حَالُ زَمَانِ ذَلِكَ أَحْسَنُ مِنَ الزَّمَانِ الَّذِي قَبْلَهُ؛ بِسَبَبِ دُعَاةِ الْحَقِّ، وَظُهُورِ السُّنَّةِ وَقَمْعِ الْبِدْعَةِ. وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ.
Demikian juga di zaman Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di Damaskus dan di Mesir, serta di zaman Ibnul Qayyim dan Ibnu Katsir; keadaan di zaman itu lebih baik dari zaman sebelumnya; karena adanya para penyeru kebenaran, tegaknya Sunnah, dan tertumpasnya bid'ah. Dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.