Senin

Riset Komparasi Insentif bagian 3

Analisis Mendalam
Model Insentif Stimulan
Pengelola (Mobile Unit)

Studi Kasus Efisiensi & Kualitas pada Unit Donor Darah

3.1 Mekanisme Kerja & Pola Insentif

Model Mobile Unit (MU) bekerja dengan prinsip kemitraan Business-to-Community (B2B). UDD PMI Kota Cirebon bekerja sama dengan Koordinator Penggerak Donor (KPD) di instansi pemerintah, perusahaan swasta, organisasi masyarakat, TNI/Polri, dan institusi pendidikan. Agar KPD mau menyelenggarakan kegiatan donor darah secara rutin, UDD memberikan dukungan berupa stimulan.

UDD KANTOR ORMAS

Bentuk stimulan ini bervariasi, namun umumnya mencakup:

PAKET KONSUMSI
Snack/Makan Siang (Biaya Terbesar)

DANA OPERASIONAL
Sewa, Kebersihan, Publikasi

SOUVENIR
Gimmick (Payung, Kaos, Mug)

3.2 Analisis Biaya: The Hidden Costs

Sekilas, Mobile Unit tampak efisien karena menghasilkan volume darah dalam jumlah besar sekaligus (misalnya 50-100 kantong dalam 4 jam). Namun, jika dibedah menggunakan prinsip akuntansi biaya penuh (full cost accounting), MU memiliki struktur biaya yang boros.

Estimasi Struktur Biaya (Target 100 Kantong)

Komponen Estimasi Biaya Keterangan
Stimulan (Konsumsi) Rp 2.000.000 - Rp 3.000.000 Nasi Kotak (20 org) + Snack (120 org)
Logistik & Transport Rp 300.000 - Rp 500.000 BBM Bus, Tol, Parkir
SDM (Insentif) Rp 1.000.000 - Rp 1.500.000 Uang makan luar & insentif lapangan
Peralatan Rp 200.000 Depresiasi & Genset

MASALAH UTAMA: KETIDAKPASTIAN YIELD

Masalah utama efisiensi MU adalah ketidakpastian yield. Sering kali panitia menjanjikan 100 orang, namun yang datang hanya 50, dan lolos seleksi 35. Biaya tetap sudah keluar penuh.

Target 100 Rp 35rb/kntg Dapat 40 Rp 130rb/kntg!

Biaya melonjak drastis, menggerus margin untuk beli reagen!

3.3 Tantangan Kualitas & Risiko CPOB

Dari perspektif CPOB, Mobile Unit adalah "mimpi buruk" pengendalian mutu. Berikut adalah titik-titik kritis kegagalan CPOB:

  • Seleksi Donor yang Terburu-buru: Dalam suasana MU yang ramai, petugas berada di bawah tekanan waktu. Anamnesa (wawancara riwayat medis) menjadi superfisial. Akibatnya, pendonor dengan perilaku berisiko (seks bebas, tato baru, narkoba) mungkin lolos. Prevalensi IMLTD (Hepatitis, HIV) pada donor MU sering lebih tinggi dengan risiko window period lebih besar.
BAKTERI

Risiko Lingkungan
Debu, Panas, Tanpa Validasi Udara

Cold Chain Rentan
Hemolisis (Dingin) vs Metabolisme (Panas)

  • Data & Ketertelusuran: Pencatatan manual rentan human error (tulisan tak terbaca). Koneksi internet buruk menghambat SIMDONDAR, melanggar prinsip Traceability (jejak rekam dari vena donor ke vena pasien).

3.4 Efektivitas: Pisau Bermata Dua

Memberikan stimulan kepada pengelola memang efektif memobilisasi massa ("pengerahan"), namun kurang efektif dalam "pelestarian". Motivasi pengelola sering kali bersifat transaksional atau seremonial.

DAMPAK POSITIF Menjangkau Demografi Baru DAMPAK NEGATIF Mobilisasi Paksa = Donor Tidak Jujur

RISIKO FATAL: Pengelola mungkin menekan bawahan untuk donor. Akibatnya, pendonor berbohong saat seleksi medis karena takut pada atasan, meningkatkan risiko darah infeksius lolos ke stok darah.

Infaq Imam Ahmad Rahimahullah

Widget Komik Sedekah ...