Actual Mark: Pewarnaan Gram
"Daftar tilik kompetensi fundamental D3 TLM. Ingat! Kesalahan di sini berdampak pada kesalahan terapi antibiotik!"
#2
Fokus Kompetensi: Keterampilan teknik aseptik tingkat lanjut dan standarisasi inokulum yang ketat sesuai panduan CLSI/EUCAST.
Dokumen ini menguraikan daftar tilik (checklist) teknis berdasarkan prosedur standar dan analisis keselamatan kerja.
Membandingkan kekeruhan suspensi bakteri dengan standar McFarland 0.5 pada latar belakang kertas putih bergaris hitam (Wickerham card).
Tidak membandingkan, atau kekeruhan jelas tidak setara (terlalu encer atau terlalu pekat).
Mencelupkan lidi kapas steril, memeras kelebihan cairan di dinding tabung, lalu mengusap permukaan MHA (Mueller Hinton Agar) dalam 3 arah berbeda (rotasi 60°) hingga merata menutup seluruh permukaan + 1 kali putaran cincin (rim) cawan.
Tidak memeras kapas (terlalu basah), tidak meratakan ke seluruh permukaan (ada celah), atau merobek agar saat mengusap.
Meletakkan disk antibiotik dengan pinset steril (dibakar alkohol) atau dispenser. Jarak antar disk minimal 24mm (pusat ke pusat) dan jarak dari tepi 15mm.
Disk terlalu berdekatan (zona akan menyatu), disk jatuh di luar area inokulasi, atau pinset tidak disterilkan.
Menekan disk secara perlahan dengan pinset steril agar menempel sempurna pada permukaan agar (tidak bergeser saat dibalik).
Tidak ditekan (disk jatuh saat cawan dibalik), atau menekan terlalu kuat hingga disk tenggelam/agar rusak.
Membalik cawan petri (tutup di bawah) dan menempatkan di inkubator dalam waktu < 15 menit setelah pemasangan disk.
Cawan tidak dibalik (kondensasi jatuh ke agar), atau membiarkan cawan di suhu ruang terlalu lama (menyebabkan predifusi antibiotik berlebih).
© 2024 Laboratorium Mikrobiologi - Panduan Visual Actual Mark
#3
Stasiun 3: Isolasi Bakteri
Metode Cawan Gores / Streak Plate
Fokus utama stasiun ini adalah mendapatkan koloni terpisah (single colony) untuk identifikasi murni.
#4
OSCE BAKTERIOLOGI
GLOBAL RATING SCALE (GRS)
Jika daftar tilik menilai "kelengkapan", maka GRS menilai "kompetensi profesional".
Untuk memastikan reliabilitas, deskriptor GRS harus dijabarkan secara eksplisit untuk menghindari ambiguitas makna "Baik" atau "Buruk". GRS melihat kualitas di balik tindakan, bukan hanya apakah tindakan itu dilakukan atau tidak.
Daftar tilik hanya mencentang langkah. GRS menilai kualitas performa (Safety, Dexterity, Efficiency).
Safety
Teknik Aseptik & Biosafety
Dexterity
Keterampilan Psikomotor
Efficiency
Organisasi Kerja & Waktu
Product
Kualitas Hasil Akhir
Professional
Sikap & Integritas
MATRIKS PENILAIAN (SKOR 1-5)
Deskripsi Performa: Peserta tidak memahami prosedur dasar. Melakukan pelanggaran keamanan fatal yang membahayakan diri atau orang lain. Hasil kerja tidak layak.
- Ose tidak dipijarkan sebelum dipakai.
- Menumpahkan biakan bakteri tanpa desinfeksi.
- Membuka cawan petri terlalu lebar jauh dari api.
- Tidak menggunakan APD dengan benar.
Deskripsi Performa: Peserta ragu-ragu, sering melihat catatan/bingung. Teknik aseptik tidak konsisten (sering lupa). Membutuhkan instruksi ulang dari penguji. Kualitas hasil buruk.
- Gerakan kaku dan lambat.
- Goresan pada agar merobek media.
- Pewarnaan Gram tidak rata/kotor.
- Meja kerja berantakan dan tidak terorganisir.
Deskripsi Performa: Peserta memahami prosedur dan mampu menyelesaikan tugas dengan aman, meskipun lambat atau terlihat kurang percaya diri. Teknik aseptik terjaga secara umum. Hasil kerja dapat diterima (minimal).
- Melakukan sterilisasi ose dengan benar.
- Hasil pewarnaan dapat dibaca meski tidak sempurna.
- Waktu pengerjaan pas-pasan atau sedikit lewat.
- Sedikit kesalahan minor yang dikoreksi sendiri.
Deskripsi Performa: Peserta bekerja dengan lancar, terorganisir, dan percaya diri. Teknik aseptik menjadi kebiasaan otomatis. Efisien dalam penggunaan alat dan bahan. Hasil kerja baik.
- Transisi antar langkah mulus (fluid).
- Pengaturan meja kerja ergonomis (5S).
- Mikroskop fokus dengan cepat.
- Interpretasi hasil akurat dan tegas.
Deskripsi Performa: Peserta menunjukkan penguasaan tinggi. Sangat efisien, teknik sempurna, dan mampu mengantisipasi masalah. Bekerja dengan standar profesional laboratorium rujukan.
- Kualitas preparat/goresan sempurna (seperti buku teks).
- Kecepatan kerja optimal tanpa terburu-buru.
- Kesadaran situasi (situational awareness) terhadap kontaminasi sangat tinggi.
4.3 PENILAIAN KESELURUHAN
(Overall Global Rating)
Selain menilai per dimensi, penguji WAJIB memberikan satu skor final:
"Apakah mahasiswa ini LULUS atau TIDAK?"
Data "Overall Global Rating" inilah yang nantinya akan digunakan sebagai variabel independen (Sumbu X) dalam perhitungan Standard Setting metode Regresi Borderline.