Sebuah Kajian Penjelasan Syaikh Bin Baz
Bab 58: Menerima Tanpa Meminta
Kebolehan mengambil (pemberian) tanpa meminta dan tanpa mengharapkannya.
Dari Salim bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya Abdullah bin Umar, dari Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan suatu pemberian kepadaku. Aku berkata: "Berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkannya daripadaku."
Maka Beliau bersabda: "Ambillah. Jika datang kepadamu sesuatu dari harta ini sedangkan engkau tidak mengharapkannya dan tidak memintanya, maka ambillah dan jadikanlah hartamu. Jika engkau mau, makanlah; dan jika engkau mau, sedekahkanlah. Dan apa yang tidak datang (tanpa diminta), maka janganlah engkau ikuti dengan nafsumu (jangan mengejarnya)."
Skema Logika Hadits Umar r.a.
Salim berkata: Maka Abdullah (bin Umar) tidak pernah meminta sesuatu pun kepada siapa pun, dan tidak pernah menolak sesuatu yang diberikan kepadanya.
Bab 59: Kehormatan Diri & Kerja Keras
Anjuran untuk makan dari hasil kerja tangan sendiri, serta menjaga kehormatan diri dengannya dari meminta-minta dan mengharap pemberian.
Allah Ta'ala berfirman: "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah." (QS. Al-Jumu'ah: 10).
Hadits Zubair bin Al-Awwam: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh, sekiranya salah seorang di antara kalian mengambil talinya, lalu pergi ke gunung dan kembali dengan memikul seikat kayu bakar di punggungnya kemudian ia menjualnya, lalu dengan itu Allah menjaga wajahnya (kehormatannya), maka itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada manusia, baik mereka memberinya atau menolaknya."
Hadits Abu Hurairah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh, sekiranya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar lalu memikul seikat kayu di punggungnya, itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada seseorang, lalu orang itu memberinya atau menolaknya."
Grafik Analogi: Memikul Kayu vs Meminta-minta
Teladan Para Nabi
Dan darinya (Abu Hurairah) radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Dahulu Nabi Daud 'alaihis salam tidak makan kecuali dari hasil kerja tangannya sendiri."
Dan darinya (Abu Hurairah) radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Dahulu Nabi Zakariya 'alaihis salam adalah seorang tukang kayu."
Dan dari Al-Miqdam bin Ma'di Karib radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik daripada memakan dari hasil kerja tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud 'alaihis salam dahulu makan dari hasil kerja tangannya sendiri."
Penjelasan Syaikh: Intisari
فَهَذِهِ الأَحَادِيثُ فِيهَا الحَثُّ عَلَى طَلَبِ الرِّزْقِ، وَلَكِنْ مِنْ عَمَلِ اليَدِ، وَالغُنْيَةِ عَمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ، وَتَقَدَّمَتْ أَحَادِيثُ كَثِيرَةٌ فِي الحَثِّ عَلَى التَّعَفُّفِ وَالقَنَاعَةِ، وَالحَذَرِ مِنْ سُؤَالِ النَّاسِ إِلَّا لِلضَّرُورَةِ، وَمَا جَاءَ الإِنْسَانَ مِنْ هَذَا المَالِ مِنْ هَدِيَّةٍ أَوْ صَدَقَةٍ وَهُوَ مِنْ أَهْلِهَا لَا يَرُدُّهُ.
Syaikh: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, beserta keluarga dan para sahabatnya. Adapun setelah itu:
- Hadits-hadits ini berisi anjuran untuk mencari rezeki, namun (hendaknya) dari hasil kerja tangan sendiri, dan merasa cukup (kaya) dari apa yang ada di tangan manusia.
- Telah terdahulu banyak hadits mengenai anjuran untuk menjaga kehormatan diri (ta'affuf) dan qana'ah (merasa cukup), serta peringatan dari meminta-minta kepada manusia kecuali dalam keadaan darurat.
- Adapun harta yang datang kepada seseorang berupa hadiah atau sedekah, sedangkan ia memang berhak menerimanya, maka janganlah ia menolaknya.
Maka jika datang suatu pemberian dari saudaranya atau dari Baitul Maal tanpa meminta dan tanpa mengharap-harap, maka tidak mengapa ia mengambilnya, lalu bersedekah dan memanfaatkannya. Adapun meminta kepada manusia dan bergantung kepada manusia, maka seyogianya seorang mukmin bersungguh-sungguh melawan hawa nafsunya hingga ia mampu menahan diri dari meminta-minta kepada manusia.
Demikian pula dalam hadits Zubair bin Al-Awwam dan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma... Maka keadaannya memikul beban, atau bekerja, atau mencari kayu bakar, atau mencari rumput, atau bekerja sebagai pandai besi, atau dalam pertukangan kayu, atau menjahit kulit/sepatu, atau dalam pertanian; itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia.
Maka hendaknya manusia makan dari hasil kerja tangannya, berusaha, dan mencari rezeki. Dan Beliau 'alaihis shalatu wassalam pernah ditanya: "Pekerjaan apakah yang paling baik?" Beliau menjawab: "Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri, dan setiap jual beli yang mabrur (baik/jujur)."
Maka wajib bagi manusia untuk berdagang, atau bekerja sebagai tukang kayu, atau pandai besi, atau penjahit kulit, atau pencari kayu bakar, atau selain itu. Tidak mengapa bekerja dengan tangan, dan menulis pun termasuk pekerjaan tangan, tidak masalah. Semuanya baik dalam rangka mencari yang halal, sehingga ia bisa makan dan bersedekah.
وَكَانَ دَاوُدُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ حَدَّادًا، وَكَانَ زَكَرِيَّا نَجَّارًا، وَهُمْ أَنْبِيَاءُ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، يَقُولُ النَّبِيُّ ﷺ: ((مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ))، وَكَانَ نَبِيُّ اللَّهِ دَاوُدُ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، فَالإِنْسَانُ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَيَتَسَبَّبُ وَيَطْلُبُ الرِّزْقَ، وَسُئِلَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: أَيُّ الكَسْبِ أَطْيَبُ؟ فَقَالَ: ((عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ، وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ)).
فَعَلَى الإِنْسَانِ أَنْ يَتَّجِرَ، أَوْ يَعْمَلَ نَجَّارًا، أَوْ حَدَّادًا، أَوْ خَرَّازًا، أَوْ حَطَّابًا، أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ، فَلا بَأْسَ مِنْ عَمَلِ اليَدِ، وَالكِتَابَةُ مِنْ عَمَلِ اليَدِ، مَا يُخَالِفُ، فَكُلُّهُ طَيِّبٌ فِي طَلَبِ الحَلَالِ، فَيَأْكُلُ وَيَتَصَدَّقُ.
أَمَّا الحَاجَةُ لِلنَّاسِ، وَسُؤَالُهُمْ، وَالتَّعَلُّقُ بِمَا فِي أَيْدِيهِمْ؛ فَيَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ التَّعَفُّفُ عَنْ ذَلِكَ، وَأَلَّا يُعَلِّقَ نَفْسَهُ بِمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ إِلَّا عِنْدَ الضَّرُورَةِ كَمَا تَقَدَّمَ. وَفَّقَ اللَّهُ الجَمِيعَ.
Adapun membutuhkan manusia, meminta-minta kepada mereka, dan bergantung pada apa yang ada di tangan mereka; maka seyogianya bagi seorang mukmin untuk menahan diri dari hal tersebut, dan tidak menggantungkan dirinya pada apa yang ada di tangan manusia kecuali saat darurat sebagaimana telah dijelaskan. Semoga Allah memberi taufik kepada semuanya.
Infografis Digital: https://binbaz.org.sa/audios/2510/187