Berikut adalah beberapa kategori umum dan contoh frasa yang boros kata, beserta penjelasannya:
1. Penggunaan Kata Keterangan yang Sudah Terkandung dalam Kata Kerja atau Kata Sifat:
- Contoh:
Maju ke depan(Kata "maju" sudah pasti berarti bergerak ke arah depan.)- Seharusnya:
Maju
- Seharusnya:
Mundur ke belakang(Kata "mundur" sudah pasti berarti bergerak ke arah belakang.)- Seharusnya:
Mundur
- Seharusnya:
Naik ke atas(Kata "naik" sudah pasti berarti bergerak ke arah atas.)- Seharusnya:
Naik
- Seharusnya:
Turun ke bawah(Kata "turun" sudah pasti berarti bergerak ke arah bawah.)- Seharusnya:
Turun
- Seharusnya:
Masuk ke dalam(Kata "masuk" sudah pasti berarti bergerak ke arah dalam.)- Seharusnya:
Masuk
- Seharusnya:
Keluar ke luar(Kata "keluar" sudah pasti berarti bergerak ke arah luar.)- Seharusnya:
Keluar
- Seharusnya:
Sangat penting sekali(Kata "sangat" dan "sekali" memiliki fungsi yang sama untuk menekankan tingkat kepentingan.)- Seharusnya:
Sangat pentingatauPenting sekali
- Seharusnya:
Sangat cantik sekali- Seharusnya:
Sangat cantikatauCantik sekali
- Seharusnya:
Amat sangat ... sekali(Penggunaan tiga kata penekanan yang berlebihan)- Seharusnya:
Sangat ...atauAmat ...atau... sekali
- Seharusnya:
2. Penggunaan Dua Kata yang Bersinonim atau Memiliki Makna Serupa Secara Berdekatan:
- Contoh:
Agar supaya(Kata "agar" dan "supaya" memiliki makna yang sama, yaitu untuk menyatakan tujuan.)- Seharusnya:
AgaratauSupaya
- Seharusnya:
Demi untuk(Kata "demi" dan "untuk" dalam konteks tertentu bisa tumpang tindih maknanya.)- Seharusnya:
DemiatauUntuk(tergantung konteks)
- Seharusnya:
Adalah merupakan(Kata "adalah" dan "merupakan" keduanya berfungsi sebagai kopula atau kata kerja penghubung.)- Seharusnya:
AdalahatauMerupakan
- Seharusnya:
Yakni yaitu(Kedua kata ini berfungsi untuk menjelaskan atau memerinci.)- Seharusnya:
YakniatauYaitu
- Seharusnya:
Misalnya contohnya(Kedua kata ini berfungsi untuk memberikan contoh.)- Seharusnya:
MisalnyaatauContohnya
- Seharusnya:
Sejak dari(Kata "sejak" sudah mencakup makna "dari" dalam konteks waktu.)- Seharusnya:
SejakatauDari(tergantung konteks, "dari" bisa merujuk tempat)
- Seharusnya:
Seperti misalnya- Seharusnya:
SepertiatauMisalnya
- Seharusnya:
Tujuan dan juga maksud(Kata "tujuan" dan "maksud" seringkali bersinonim.)- Seharusnya:
TujuanatauMaksud(atauTujuan dan maksudjika memang ada perbedaan nuansa yang ingin ditekankan, namun seringkali tidak)
- Seharusnya:
Hanya saja(Kata "hanya" sudah cukup, "saja" seringkali redundan dalam konteks ini.)- Seharusnya:
Hanya
- Seharusnya:
Disebabkan karena(Kata "karena" sudah menunjukkan sebab.)- Seharusnya:
Disebabkan olehatauKarena
- Seharusnya:
Menurut pendapat saya(Frasa "menurut saya" sudah menyiratkan bahwa itu adalah pendapat.)- Seharusnya:
Menurut sayaatauPendapat saya
- Seharusnya:
3. Pengulangan Subjek atau Objek yang Tidak Perlu:
- Contoh:
Para hadirin sekalian(Kata "hadirin" sudah berarti orang banyak yang hadir, "para" dan "sekalian" juga merujuk pada kemajemukan.)- Seharusnya:
HadirinatauPara hadirinatauHadirin sekalian(pilih salah satu unsur penjamak)
- Seharusnya:
Banyak siswa-siswa(Kata "banyak" sudah menunjukkan jumlah yang lebih dari satu, "siswa-siswa" adalah bentuk jamak.)- Seharusnya:
Banyak siswaatauSiswa-siswa
- Seharusnya:
Berbagai macam-macam(Kata "berbagai" sudah berarti bermacam-macam.)- Seharusnya:
Berbagai macamatauBermacam-macam
- Seharusnya:
Semua murid-murid- Seharusnya:
Semua muridatauMurid-murid
- Seharusnya:
Para bapak-bapak- Seharusnya:
Para bapakatauBapak-bapak
- Seharusnya:
Para ibu-ibu- Seharusnya:
Para ibuatauIbu-ibu
- Seharusnya:
Bunga mawar merah itu sangat harum sekali baunya.("Harum" sudah pasti merujuk pada "bau".)- Seharusnya:
Bunga mawar merah itu sangat harum.atauBau bunga mawar merah itu sangat harum.
- Seharusnya:
4. Penggunaan Kata yang Maknanya Sudah Terkandung dalam Bentuk Kata Lain:
- Contoh:
Saling bermaaf-maafan(Kata "bermaaf-maafan" sudah mengandung makna "saling".)- Seharusnya:
Bermaaf-maafanatauSaling memaafkan
- Seharusnya:
Saling pukul-memukul(Kata "pukul-memukul" sudah mengandung makna resiprokal/saling.)- Seharusnya:
Pukul-memukulatauSaling memukul
- Seharusnya:
Saling bantu-membantu- Seharusnya:
Bantu-membantuatauSaling membantu
- Seharusnya:
Saling tolong-menolong- Seharusnya:
Tolong-menolongatauSaling menolong
- Seharusnya:
5. Penggunaan Istilah Asing yang Sudah Ada Padanannya dalam Bahasa Indonesia Secara Berlebihan atau Bersamaan dengan Padanannya:
- Contoh:
Standarisasi standar(Kata "standarisasi" sudah berarti proses membuat standar.)- Seharusnya:
StandarisasiatauPembakuan standar
- Seharusnya:
Pentingnya urgensi(Kata "urgensi" sudah berarti hal yang penting atau mendesak.)- Seharusnya:
Pentingnya masalah tersebutatauUrgensi masalah tersebut
- Seharusnya:
Memberikan kontribusi sumbangan("Kontribusi" dan "sumbangan" memiliki makna serupa.)- Seharusnya:
Memberikan kontribusiatauMemberikan sumbangan
- Seharusnya:
6. Frasa Keterangan Waktu yang Redundan:
- Contoh:
Pada zaman dahulu kala(Kata "dahulu" dan "kala" sudah merujuk pada masa lampau.)- Seharusnya:
Pada zaman dahuluatauDahulu kala
- Seharusnya:
Saat itu juga(Tergantung konteks, kadang "saat itu" sudah cukup.)- Seharusnya:
Saat ituatauKetika itu(kecuali jika "juga" memberikan penekanan khusus yang diperlukan)
- Seharusnya:
Hari ulang tahun (HUT) hari jadinya("Ulang tahun" dan "hari jadi" merujuk pada hal yang sama.)- Seharusnya:
Hari ulang tahun (HUT)atauHari jadinya
- Seharusnya:
7. Penggunaan Kata "Hal" yang Tidak Perlu:
- Contoh:
Hal itu disebabkan karena...(Bisa langsung ke penyebabnya.)- Seharusnya:
Itu disebabkan karena...atauPenyebabnya adalah...
- Seharusnya:
Dalam hal ini, ...(Seringkali bisa dihilangkan atau diganti dengan kata penghubung yang lebih spesifik.)- Seharusnya: Tergantung konteks, misalnya
Dengan demikian, ...atau langsung ke pokok kalimat.
- Seharusnya: Tergantung konteks, misalnya
Mengapa Menghindari "Boros Kata"?
- Kejelasan: Kalimat yang ringkas lebih mudah dipahami.
- Ketegasan: Pesan yang disampaikan menjadi lebih lugas dan tidak berbelit-belit.
- Profesionalisme: Dalam tulisan formal, penggunaan bahasa yang efektif mencerminkan kecermatan penulis.
- Efisiensi: Menghindari pemborosan kata berarti menghemat ruang dan waktu pembaca.
Penting untuk Diperhatikan:
Tidak semua pengulangan atau penggunaan kata yang tampak mirip selalu berarti boros kata. Terkadang, pengulangan dilakukan untuk penekanan, gaya bahasa (majas), atau kejelasan dalam konteks tertentu. Namun, frasa-frasa yang disebutkan di atas umumnya dianggap sebagai bentuk pemborosan kata dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baku dan efektif.
Memahami dan menghindari frasa-frasa ini akan membantu kita berkomunikasi secara lebih efektif dan efisien, baik dalam tulisan maupun lisan.